X
  • 2 years ago
Categories: Nasional

Said Aqil : “NU dan Muhammadiyah Sepakat Indonesia Bukan Negara Agama”

Jakarta – Belakangan ini, beredar dugaan ada upaya yang mengubah wajah Indonesia menjadi negara Islam. Upaya tersebut, mendapat banyak tentangan dari sejumlah pihak. Semangat kebhinekaan kini menjadi pegangan penting. Bahkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menolak dengan tegas upaya tersebut.

Said Aqil Siradj

“NU dan Muhammadiyah sepakat Indonesia bukan negara agama, bukan negara suku, tapi negara kebangsaan,” tegas kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di Jakarta, Jumat kemarin.

Munculnya dugaan upaya mengubah Indonesia menjadi negara agama, berkaitan dengan rencana pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Rencana tersebut setelah pemerintah memastikan bahwa HTI merupakan gerakan anti Pancasila.

Sikap dari pemerintah tersebut telah disetujui oleh NU. Sebagai seorang ulama, Said Aqil melihat rencana pembubaran HTI telah sesuai. Pasalnya, dia menilai setiap ormas yang ingin berupaya menegakkan khilafah harus disikapi dengan tegas. Khilafah sendiri adalah sistem pemerintahan mengikuti syariat Islam. Hal tersebut belakangan kerap digembar-gemborkan para pengurus HTI.

“Setiap gerakan yang mengarah bertentangan dengan prinsip itu harus disikapi dengan tegas, jangan dibiarkan,” tegasnya.

Baca Juga : Kapolda Jabar Tak Izinkan Ormas Lakukan Sweeping Saat Ramadhan

Meski setuju akan keputusan dari pemerintah tersebut, namun Said Aqil meminta semua warga Indonesia tidak memusuhi mantan anggota HTI. Bahkan pihaknya siap menampung maupun berdiskusi terkait dengan problematika ini.

“Orang-orangnya, anggotanya, aktivisnya tidak boleh kita musuhi. Sesama bangsa Indonesia,” ujarnya.

(bimbim – harinaindo.com)

Rini Masriyah :