X
  • On 27/07/2017
Categories: Ekonomi

Pemakzulan Jokowi Karena Beban Utang Dinilai Tak Beralasan

Jakarta – Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan, menyebutkan apabil belum cukup alasan untuk melakukan pemakzulan atau impeachment tehadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terutama terkait dengan postur APBN, beban utang pemerintah ataupun defisit keuangan negara.

Jokowi

Menurut Fuad, utang luar negeri belum bisa dijadikan alasan memakzulkan presiden.

“Impeach itu harus ada satu alasan yang kuat, yang beralasan secara kosntutisional. Sejauh ini saya belum lihat,” ungkap Fuad di sela-sela seminar bertajuk APBNP 2017; Akankah Berujung Impeachment? yang digelar Pimpinan Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (26/7/2017).

Namun, mantan Direktorat Jenderal Pajak itu juga mengingatkan pemerintah tentang kondisi ekonomi masyarakat menengah ke bawah. Yakni soal kondisi pusat-pusat penjualan yang sepi ataupun banyak toko yang tutup akibat kondisi ekonomi yang sulit.

“Bagaimana orang yang kehilangan pekerjaan bisa mendapatkan pekerjaan lagi,” ujar mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Dari sisi utang, lanjutnya, rasionya terhadap produk domestik bruto (PDB) sekarang ini masih kecil. Namun dirinya mengingatkan pemerintah agar tidak lengah karena tax ratio dalam posisi rendah yang berdampak pada kemampuan membayar utang.

Baca juga: Harga Garam Melonjak, Nelayan Ikan Kering Terancam Hentikan Produksi

“Pembayatan utang kan tergantung peneriman uang pajak yang masuk, tax ratio kita rendah, sering tidak mencapai target. Kalau demikian nanti yang buat bayar utang kesulitannya di situ. Itu yang harus diwaspadai,” tutur politikus asal Tegal yang ikut membidani kelahiran Partai Hanura tersebut. (Yayan – www.harianindo.com)

yayan vvotak: