X
  • On 14/08/2017
Categories: NasionalRagam Berita

KPAI Menyesalkan Video Santri Demo Yang Viral di Medsos

Jakarta – Baru-baru ini telah beredar sebuah video santri yang melakukan demontrasi dan menjadi viral. Pasalnya sejumlah santri yang melakukan demo tentang penolakan Permendikbud 23/2017 soal Hari Sekolah dalam video tersebut juga mengeluarkan kata-kata yang tak pantas dimana lebih pada bernada ancaman.

KPAI Menyesalkan Video Santri Demo Yang Viral di Medsos

Hal tersebut membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut menanggapi. KPAI sungguh menyesalkan hal itu dapat terjadi terlebih lagi yang melakukan adalah para santri yang tergolong masih berusia anak-anak.

“Pertama, demonstrasi yang mengandung ancaman itu sangat kita sesalkan. Karena didalamnya terdapat kalimat ‘bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga’. Itu sangat tidak baik. Kita seharusnya menghindarkan anak-anak dari dunia kekerasan,” jelas Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati, Senin (14/08/2017).

Rita juga menambahkan bahwa unjuk rasa yang memuat ancaman tersebut dilakukan diruang publik sehingga dampak yang akan ditimbulkan akan sangat luas. Terlebih lagi video yang direkam tersebut dapat ditonton oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Baca juga : Bermodalkan Sate, Pria di Kediri Gagahi Siswi SD

“Belum lagi anak-anak yang lain yang menonton video itu. Ruang publik seharusnya bisa digunakan sebagai tempat belajar bagi siapapun termasuk anak-anak. Sementara konten yang terkandung dalam video tersebut sangat tidak mendidik. Harapannya video ini tidak lagi jadi viral,” tutur Rita.

Selanjutnya yang ketiga Rita juga menegaskan bahwa pelibatan anak dalam aksi demonstrasi sebaiknya perlu lebih dipertimbangkan lagi karena rawan terjadi konflik sosial yang tidak aman dan tidak ramah bagi anak-anak.

Menurutnya, anak-anak bisa lebih diarahkan kepada cara-cara yang lebih baik untuk menyampaikan aspirasi. Karena masih ada banyak cara yang lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi.

“Aspirasi bisa diarahkan untuk disampaikan di forum anak atau dalam diskusi yang ramah anak, atau menyampaikan langsung ke DPRD atau Pemerintah Daerah. Itu kan bisa didengarkan pendapatnya,” terang Rita.
(Muspri-www.harianindo.com)

Rani Soraya: