X
  • On 22/08/2017
Categories: Bola

Karirnya Anjlok, Syamsir Alam Sindir Fair Play di Indonesia

Jakarta – Sempat digadang-gadang bisa menjadi superstar, Syamsir Alam malah mengalami kemunduran saat memasuki level senior. Masuk menjadi bintang di skuad junior, karir Syamsir malah meredup di timnas senior.

Mulai dari Sriwijaya FC, Pelita Bandung Raya, hingga Persiba Balikpapan, dia cuma menghangatkan bangku cadangan alih-alih menjadi protagonis utama.

Menurut Syamsir, penyebab kehancuran karier profesionalnya dimulai pada 2013. Saat itu, ia mendapat panggilan memperkuat Indonesia All Star untuk laga kontra Chelsea.

Status Syamsir masih terikat kontrak dengan klub asal Amerika Serikat, DC United.

“Ada kesalahan komunikasi ketika saya dipanggil untuk tim Indonesia melawan Chelsea. Seharusnya saya langsung kembali ke DC United setelah itu dan mendapatkan pembaruan kontrak selama satu tahun lagi,” kata Syamsir.

“Tetapi, ada salah satu pihak yang suruh saya stay di Jogja untuk ke timnas U-23. DC United kemudian mengira saya indisipliner dan hilanglah tawaran kontrak setahun itu,” sambungnya.

Diakui oleh Syamsir, setelah momen tersebut, kariernya menurun drastis.

Ia sempat bergabung dengan Sriwijaya FC, tetapi kesulitan beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.

“Itu luar biasa sekali, saya tidak mengetahui apa yang akan terjadi jika bertahan di DC United satu tahun lagi. Bisa saja saja masih bertahan di sana,” tambahnya.

Dari kejadian tersebut, Syamsir bisa belajar tentang banyak hal.

Eks pemain CS Vise dan Penarol ini meminta publik tidak menghakimi seorang pemain jika bersinar di level usia muda, kemudian meredup di tingkat senior.

(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)

Rini Masriyah: