X
  • 6 days ago
Categories: NasionalRagam Berita

Sindir Kebijakan Becak, Mahasiswi UI : “Pak Gubernur Ini Terkesan Populis Sekali”

Jakarta – Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Khuswatun (24), ikut memberikan komentarnya terkait kebijakan baru yang sedang digodok oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait melegalkan kembali operasional becak di Ibu Kota.

Sindir Kebijakan Becak, Mahasiswi UI : “Pak Gubernur Ini Terkesan Populis Sekali”

Sejumlah alasan dikemukakan pasangan yang diusung Gerindra dan PKS itu. Mulai dari pembatasan wlayah operasi, pariwisata, ramah lingkungan, sampai alasan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Salah satu beleid di pasalnya (Perda 8/2007) mengatakan larangan mengoperasikan becak bagi siapapun,” kata Khuswatun seperti yang dilansir dari JawaPos.com, Selasa (17/01/2019).

Ia menilai bahwa keberadaan angkutan becak hanya akan menambah tingkat kemacetan yang ada di Ibu Kota. Terlebih, saat becak akan susah untuk bersaing dengan banyaknya moda transportasi baru yang lebih dipilih masyarakat karena lebih nyaman dan cepat.

“Enggak yakin juga peminatnya bakal banyak, karena sudah bersaing dengan kendaraan online (ojek atau taksi online),” ungkapnya.

Baca juga : Becak Bakal Beroperasi Lagi di DKI, Politisi PDIP : “Namanya Orang Ngelindur”

Meski begitu, wanita berparas cantik ini mengatakan bahwa kebijakan baru yang sedang direncanakan oleh Anies-Sandi itu tidak salah. Akan tetapi sejumlah alasan yang diungkapkan tidak sepenuhnya benar, misalnya alasan becak lebih ramah lingkungan.

“Becak juga bisa menghasilkan polusi apalagi yang menggunakan motor,” terang perempuan berhijab itu.

Kemudian alasan Anies-Sandi selanjutnya adalah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dinilainya juga kurang tepat.

Pasalnya ia menilai bahwa alasan tersebut hanya untuk menunjukkan bahwa Anies-Sandi sebagai pemimpin tak memikirkan lebih matang kebijakan yang diambil serta dampaknya.

“Pak gubernur ini terkesan populis sekali, hanya saja perlu beberapa pertimbangan matang untuk memutuskan sebuah kebijakan ya,” jelasnya.
(Muspri-www.harianindo.com)

Rani Soraya :