X
  • 6 months ago
Categories: NasionalRagam Berita

Dewan Pembina Majelis Syuro FPI Benarkan Pemberhentian Novel Bamukmin

Jakarta – Dewan Pembina Majelis Syuro DPP FPI Habib Muchsin Alatas membenarkan kabar pemberhentian Novel Bamukmin dari kepengurusan FPI.

“Iya diberhentikan, dulu ada juga proses skors atau apa, pemberhentian dari (FPI) DKI, dulu kan dia sekretaris FPI DKI. Tapi kan lalu diskors lalu kemudian akhirnya ada pergantian kepengerusan, ya sudah selesai, jadi nggak ada pemecatan-pemecatan, nggak ada,” ujar Habib Muchsin, Kamis (26/4/2018).

Menurut penuturan Habib Muchsin, Novel diberhentikan karena kerapkali tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum memberikan komentar ke media.

“Ya karena komentar tidak koordinasi-koordinasi begitu, kadang-kadang komentar sesuatu yang belum dikoordinasi di organisasi dia main komentar, akhirnya beda persepsi, ya gitu-gitu lah. Atau mungkin langkah-langkah yang belum disepakati di organisasi dia lakukan, ya begitu saja,” ujar Muchsin.

Karena telah diberhentikan, maka status Novel Bamukmin bukan lagi pengurus, namun hanya simpatisan FPI biasa saja.

“Ya simpatisan (statusnya) kalau boleh dikatakan ya simpatisan aja,” katanya.

Karena statusnya bukan lagi pengurus maka Novel dianggap tidak memiliki kompeten lagi untuk berkomentar dengan mengatasnamakan FPI.

“Dia kan sekarang masuk di dunia advokasi, dia sering mengadvokasi begitu kan. Jadi kalau dia berkomentar mengatasnamakan FPI ya dia nggak berkompetensi untuk itu,” ujar Habib Muchsin.

Untuk komentar Novel terkait pertemuan politisi PDIP Erwin Moeslimin Singajuru dengan Habib Rizieq di Mekkah, Habib Muchsin menilainya sebagai komentar pribadi saja.

“Ya boleh-boleh saja, tapi kan komentar ini orang kan spekulasi semua, padahal sebetulnya pertemuan itu biasa-biasa saja, namanya orang lagi umrah sambil nyambi silaturahmi kan bisa saja begitu, bukan sebuah misi khusus dari partai untuk disuruh umrah disuruh nemuin Habib Rizieq, kan nggak begitu. Ya (pernyataan Novel) pribadi saja,” tuturnya.
(samsul arifin – www.harianindo.com)

Samuel Philip Kawuwung :