Home > Unik > Miris, Suami Istri Ini Makan Kadal Demi Menyambung Hidup

Miris, Suami Istri Ini Makan Kadal Demi Menyambung Hidup

Tegal – Kehidupan sepasang suami istri di Tegal ini sangatlah miris. Sudah dua bulan terakhir ini Tarsono (39 tahun) dan Triyani (29 tahun) tinggal di kolong jembatang Kali Cenang.

Miris, Suami Istri Ini Makan Kadal Demi Menyambung Hidup

Berdasar informasi yang didapat tim Harian Indo, Sabtu (23/4/2016), belakangan ini karena banjir yang diakibatkan air pasang Laut Jawa, pasangan suami istri ini pun rela menumpang di sebuah gubuk milik warga, karena kolong jembatang yang biasanya mereka tinggali terendam air.

Sebenarnya dulu Tarsono dan Triyani memiliki rumah di Kota Tegal yang ditempati bersama keluarga besarnya. Namun nasih nahas menimpa mereka di tahun 2000, yakni ketika insiden kebakaran melahap habis harta benda milik mereka.

Pasca kebakaran tersebut, kehidupan mereka menjadi serba sulit. Selain tak memiliki tempat tinggal, Tarsono jadi sering sakit-sakitan. Bahkan pria ini sering terkena penyakit herpes yang membuat tubuhnya gatal dan memerah. Karena penyakit ini, Tarsono jadi tak bisa bekerja dan hanya mengandalkan makanan yang ada di sekitar gubuk tempat mereka tinggal.

Tak jarang keduanya menahan rasa lapar dan akhirnya rela makan kadal yang mereka temui di dekat gubuk dan minum dari air perasan tebu milik petani.

Tarsono dan Triyani pun hanya bisa pasrah menatap masa depan mereka. Semoga saja ada bantuan dari pihak pemerintah ataupun warga yang memiliki belas kasih terhadap pasangan malang ini. (Rani Soraya – www.harianindo.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

CAPTCHA Image
Refresh Image

*

12465455_10205256660160520_652338149_o

Portal Berita Indonesia

 

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

 

Aktual, Faktual dan Humanis