X
  • On07/05/2017
Categories: Nasional

Petinggi Polda Metro Mengatakan Ahok Tak Pernah Mau Masuk Jalur Busway

Jakarta – Ketika berangkat untuk menghadiri pesta kemenangan bersama dengan para relawan pendukungnya di Posko Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017) sore, Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno beserta rombongan terpantau melalui jalur busway. Menurut Sandiaga, dirinya tidak menyadari hal tersebut dan meminta kepada pengawalannya untuk tidak mengulangi hal itu lagi.

Rombongan Sandiaga Uno Memasuki Jalur Busway

“Hah? Tadi masuk jalur busway, enggak bisa ini, enggak boleh, aku enggak mau, tolong diingatkan,” kata Sandiaga.

Pasangannya, Gubernur terpilih Anies Baswedan ternyata juga pernah mengalami hal yang sama. Ketika dalam perjalanan ke acara debat cagub di Hotel Bidakara, Jumat (13/1/2017) malam, Anies terpantau menggunakan jalur bus Transjakarta atau busway koridor 9 atau ruas Jalan Gatot Subroto.

Anies mengaku dalam perjalanan sebagai cagub yang berkampanye, otoritas memilih jalan ada pada personel polisi yang memberikan pengawalan. Polisi bertugas mengawal agar cagub-cawagub tersebut terhindar dari bahaya, juga mengawal dalam perjalanan agar terbebas dari macet.

“Kalau saya yang menyetir sebagai pribadi, maka keliru, kalau polisi bertugas maka polisi nemiliki otoritas untuk mengambil keputusan. Bahkan verboden sekalipun kalau polisi bertugas, polisi bisa ambil keputusan,” ujar Anies.

AKBP Slamet Widodo selaku Kepala Satuan Patroli dan Pengawalan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa Ahok telah mencanangkan larangan untuk masuk ke jalur busway bagi kendaraan selain Transjakarta, ambulans, pemadam kebakaran, dan mobil berplat RI.

“Kalau aturan, Gubernur pernah membuat ya, plat RI boleh, kalau RFR dan RFS itu hariannya kan,” kata Slamet.

Baca Juga : Komunitas Perempuan Minta Anies-Sandi Tak Jadikan RPTRA Sebagai Tempat Perjodohan

Menurut Slamet melihat praktiknya dalam setahun belakangan ini, kendaraan bisa saja masuk busway apabila situasi menuntut seperti itu.

Tamu negara dan pejabat misalnya, memiliki kegiatan yang terjadwal yang sudah disampaikan ke traffic management center (TMC) sehingga bisa dialihkan melalui busway apabila macet tidak memungkinkan.

“Kalau Pak Gubernur ( Ahok), dia yang enggak mau masuk (busway),” ujar Slamet.

(bimbim – www.harianindo.com)

Rini Masriyah: