Jakarta – Tim Advokasi Deddy Mizwar Calon Gubernur Jawa Barat Nomor urut 4, berencana melaporkan para komisioner di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ke aparat kepolisian. Hal itu terkait dengan larangan penayangan Deddy Mizwar pada sinetron berjudul “Cuma Disini” oleh KPI.

Tim Advokasi Demiz Laporkan KPI, Ada Apa ?

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinan Hutahayan, selaku Tim Advokasi Deddy Mizwar, mengatakan timnya juga akan melaporkan KPI pada Dewan Etik Penyiaran. Hal ini, terkait telah diterimanya jawaban somasi dari KPI terkait larangan penayangan Deddy Mizwar pada film sinetron “Cuma Disini”.

“Sudah dijawab oleh KPI kemarin dan diserahkan ke saya, intinya KPI merasa sedang menjalankan tugasnya mengawasi konten siaran,” ujarnya pada Rabu (23/5/2018).

Ferdinan mengatakan, memang sesuai Undang-undang penyiaran tugas KPI mengawasi konten siaran. Tapi konten siaran yang seperti apa dulu yang perlu diawasi sesuai UU penyiaran. “Sepertinya mereka ini belum paham tentang tugasnya sendiri mengenai konten, terutama konten yang dianggap tidak boleh tayang,” katanya.

Baca juga: Polisi Ciduk 9 Pilot Lion Air Terkait Pemalsuan Dokumen Perusahaan

Menurut Ferdinan, larangan tayangan tersebut tidak jelas. Terlebih KPI hanya mengawasi penayangan film yang bersifat, pornografi, edukasi kekerasan dan lainnya. “Memang kalau pornografi itu tidak boleh tayang, tapi kalau sinetron seperti ini tidak mengandung hal hal seperti itu kok dilarang. Apalagi disana tidak mengandung unsur kampanye,” jelasnya.

Artinya, kata dia, KPI tidak boleh melarang ini.Oleh karena itu, atas jawaban KPI yang kita diterima, timnya sudah mempelajari. “Maka kita putuskan tim hukum akan melaporkan komisioner KPI kepada kepolisian,” kata Ferdinan. (Tita Yanuantari – harianindo.com)