X
  • On 04/05/2017
Categories: Nasional

Persekutuan Gereja Merasa Prihatin Atas Makin Maraknya Aksi Intoleran di Indonesia

Jakarta – Jeirry Sumampouw selaku Kepala Hubungan Masyarakat Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) sangat menyayangkan sekali ketika melihat kondisi sosial-politik di Ibu Kota masih memanas meskipun pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta telah berakhir.

Kepala Hubungan Masyarakat Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jeirry Sumampouw

Jeirry mengungkapkan bahwa penyebaran isu yang berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), yang diduga diboncengi kepentingan kelompok radikal dan intoleran, semakin lama semakin kuat dan masif. Terkait dengan suhu politik yang masih panas tersebut, pihak PGI pun mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

“Fenomena ini menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat ‘minoritas’. Maka, muncul banyak suara keprihatinan yang disampaikan secara terbuka oleh berbagai kelompok masyarakat,” ujar Jeirry dalam keterangan tertulis, Rabu, (3/5/2017).

Surat tersebut turut ditandatangani oleh para petinggi PGI. Poin pertama dalam surat tersebut, yakni PGI melihat ada kecenderungan sekelompok masyarakat yang berniat menghilangkan Pancasila dari kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, dan menggesernya dengan dasar agama. Pemahaman tersebut dinilai akan membawa masalah baru yang berbuntut pada perpecahan.

“Tentu saja nilai-nilai agama tersebut haruslah telah melalui proses objektifikasi, sehingga dapat diterima semua kalangan dan tidak mendiskriminasikan orang dari latar belakang keyakinan dan kelompok mana pun,” ujar Jeirry.

PGI juga merasa prihatin terkait dengan semakin seringnya aksi intoleran, kekerasan, dan ujaran kebencian yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat. Yang lebih ironis lagi, sejumlah kasus justru terkesan dibiarkan oleh aparat negara.

Perkembangan sikap intoleransi bahkan juga diduga tumbuh subur di dunia pendidikan. Keprihatinan lainnya dari PGI adalah terkait dengan maraknya aksi atau deklarasi sektarian yang berkomitmen menerapkan ideologi di luar Pancasila belakangan ini.

Baca Juga : Ahok Tuding Pembakar Bunga Sebagai Pihak Yang Gagal Move On

“Provokasi semacam ini akan semakin melemahkan sendi-sendi kehidupan kita bersama sebagai bangsa yang majemuk,” kata Jeirry.

(bimbim – www.harianindo.com)