Jakarta – Massa Gerakan Pemuda Islam (GPI) akan menggelar aksi demo untuk menolak gelaran acara Djakarta Warehouse Project (DWP) di Balai Kota dan JIExpo Kemayoran, Kamis (12/12/2019) mendatang. Acara DWP bakal berlangsung pada 13-15 Desember di JIEXpo Kemayoran.

Ketua Umum GPI Jakarta Raya, Rahmat Himran menuturkan aksi demo menolak acara DWP yang dinilai merupakan event atau kegiatan maksiat terbesar di Asia.

“Event maksiat terbesar di Asia, di mana para penikmat maksiat akan berkumpul di JIExpo Jakarta Kemayoran dan akan melakukan pesta, baik itu seks bebas, maupun narkoba dan kegiatan meminum minuman keras, itulah yang kami kutuk,” kata Rahmat Selasa (10/12/2019).

Rahmat juga menambahkan bahwa pihaknya mempersoalkan masalah pemberian izin acara DWP yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Padahal, menurut Rahmat, sebagai gubernur yang mendapat dukungan umat Islam, semestinya Anies tak mengeluarkan izin kegiatan DWP berlangsung di Jakarta.

Dalam pelaksanaan-pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang berbau kemaksiatan seperti ini itu justru dibiarkan, bahkan memberikan izin pelaksanaan kegiatan,” tutur Rahmat.

Oleh karena itu kami menuntut agar supaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mencabut izin yang sudah diberikan terkait pelaksaan DWP,” lanjutnya.

Rahmat menyebut aksi demo penolakan DWP itu telah diberitahukan ke Polda Metro Jaya. Dia juga mengatakan bahwa Polda Metro telah menerima surat pemberitahuan itu dan mengklaim memberikan izin pelaksanaan aksi.

Sudah dikonfirmasi dan di-acc oleh Polda Metro Jaya, kita tinggal turun, kita tinggal main di titik-titik aksi yang sudah kita tentukan,” ucap Rahmat.

Ditambahkan pula, Rahmat mengatakan hingga saat ini sudah ada 800 orang yang mengkonfirmasi akan ikut serta dalam aksi tolak DWP.

Namun, menurutnya, jumlah massa itu bisa bertambah karena banyak ormas dan organisasi kepemudaan (OKP) yang ingin ikut beraksi.

“Yang mau bergabung banyak juga yang konfirmasi akan gabung karena mereka sangat respon dan peduli terhadap penolakan DWP,” kata Rahmat. (Edy – harianindo.com)