Samarinda – Warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara belakangan ini dihebohkan oleh kematian ternak kambing secara massal. Berdasarkan penuturan Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam, terdapat sebanyak 34 ekor kambing dan 21 ekor ayam milik warga yang mati diduga akibat digigit.

Warga Samarinda Utara Heboh Dengan Ternak Yang Dihisap Drakula

Ilustrasi

“Lukanya sama semua. Di leher dan di perut. Tapi, darahnya habis,” kata Syamsu, saat dikonfirmasi, Sabtu (1/7/2017), malam.

Spekulasi yang beragam lantas beredar di masyarakat. Beberapa ada yang menyebut kematian hewan tersebut akibat kelelawar penghisap darah. Ada pula yang berpendapat kematian kambing-kambing ini akibat binatang jadi-jadian.

Namun Syamsu sendiri tidak bisa menampik semua spekulasi berbau cerita mistis yang beredar.

Terlebih, ia sudah melihat langsung kondisi ternak yang mati tersebut dengan mata kepala sendiri.

“Ya secara ilmiah sih saya tidak percaya. Tapi kenyataannya semua ternak itu mati dengan cara yang sama,” kata Syamsu.

Terbaru, lanjut Syamsu, enam ternak ditemukan mati bersamaan.

Dengan kondisi luka yang sama, yaitu di leher dan perut. Anehnya, lanjut Syamsu, tak ada warga yang mendengar atau melihat proses matinya ternak ini, kendati sudah berjaga sepanjang malam.

“Ada beberapa warga yang bisa sempat melihat hewan (pembunuh) itu lari. Tapi, tidak semua orang punya kemampuan (supranatural) bisa melihat itu,” tukas Syamsu.

Alhasil, warga yang resah akhirnya berembuk. Keputusannya, warga bersama unsur pemerintah, militer dan kepolisian, sepakat menyisir kawasan hutan di sekitar Lempake. Lurah Lempake, Nurharyanto pun lantas membuat surat ke beberapa instansi dan warga, agar ikut membantu proses penyisiran.

Penyisiran lantas dijadwalkan berlangsung Minggu (2/7/2017), dengan titik kumpul di Halaman Masjid At-Taqwa.

Baca juga: Sosok Hantu Perempuan Resahkan Warga Bangkok

“Iya. Dari hasil rapat tanggal 27 Juni bersama warga, akhirnya kita tindaklanjuti lagi dengan rapat besar 30 Juni, akhirnya kita sepakat menyisir besok. Penyisiran ini bagian dari ikhtiar dan sebelumnya kita juga sudah berdoa,” pungkas Syamsu. (Yayan – harianindo.com)