Yogyakarta – Sebuah keputusan penting dilakukan Kantor Kementerian Agama Wilayah DI Yogyakarta dimana mereka kali ini mendata masjid yang ada di wilayahnya agar tak menjadi tempat penyebaran paham radikal dan intoleransi.
Muhammad Lutfi Hamid selaku Kepala Kantor Kemenag Provinsi DIY mengatakan bahwa “Kami mendeteksi ada masjid yang kerap menghadirkan penceramah yang provokatif atau memasukkan nilai-nilai intoleran,”
Luthfi menuturkan dalam pendataan masjid yang terindikasi menjadi tempat menyebarkan paham intoleransi ini, pihaknya juga melibatkan badan intelkam Markas Besar Kepolisian RI.
Proses ini diakui tak mudah dilakukan, maka dari itu berbagai upaya pembinaan pada takmir masjid agar mengantisipasi masuknya khotib atau penceramah yang materi ceramahnya kerap mengandung nilai radikal dan intoleransi juga telah dilakukan.
“Penceramah yang mengajarkan kebencian dan intoleran kami minta tak dipakai lagi,” ujarnya.
Hal ini bukanlah tanpa alasan, karena Luthfi menyebut sudah ada satu masjid yang saat ini terindikasi menjadi tempat penceramah menyebarkan nilai intoleransi itu.
“Kami coba upaya preventif dulu, agar takmir masjid itu tak mengundang lagi penceramah provokatif,” ujarnya.
(Ikhsan Djuhandar – www.harianindo.com)