Malang – Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Timur, Sri Untari, mengatakan bahwasanya partainya telah melakukan tindakan tegas pada sembilan kadernya yang terbukti telah terlibat kasus suap APBD-Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

PDIP Pecat 9 Kadernya Yang Diduga Terlibat Kasus Suap di Malang

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

Untari mengatakan nama PDIP sebagai partai pemenang legislatif 2014 silam menjadi tercoreng akibat banyaknya anggota dewan dari kadernya yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan telah berstatus tersangka.

“9 anggota DPRD PDI-P dipecat oleh partai, karena telah menjadi tersangka korupsi,” kata Untari saat ditemui di Kantor PDI-P Kota Malang, Kamis (06/09/2018).

Lebih lanjut Untari menjelaskan jika proses pemecatan sembilan orang tersebut sudah sesuai dengan prosedur partai. Untari mengatakan bahwasanya pemecatan tersebut juga datang atas perintah langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca juga : KY Pelajari Dugaan Adanya Pelanggaran Kode Etik dalam Vonis Meiliana

Untari mengatakan Megawati meminta kepada seluruh kadernya agar tidak melakukan tindakan korupsi. Bahkan Megawati, kata Untari, meminta secara tegas seluruh kader PDI-P yang menjadi koruptor harus diberhentikan dari keanggotaan partai.

“Ini sesuai dengan perintah ketua umum bahwa seluruh kader-kader yang tersangkut kasus korupsi harus diberhentikan dari keanggotaan. Semua sudah selesai, surat dalam waktu dekat akan di kirim ke DPC PDIP Kota Malang,” jelas Untari.

Sembilan orang legislator PDI-P di DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka adalah, Moh Arief Wicaksono, Tri Yudiani, Abdul Hakim, Suprapto, Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Hadi Susanto, Erni Farida, dan Diana Yanti.

Sementara yang akan menjadi 9 legislator penggantian antar waktu (PAW) adalah, Edi Hermanto, Hadi Susanto, Usman Hadi, Yosana Istiwati, Sutikno, Sugiono, Luluk Surya, Heri Yudianto, dan Retno Marsudi.
(Muspri-harianindo.com)