Surabaya – Sudah tidak dapat dipungkiri bila anak sekarang lahir di era digital, hal ini bukan mengherankan jika anak mengenal gadget sejak balita. Akan bahaya jika anak-anak tersebut kecanduan gadget.

Inilah Beberapa Dampak Gadget Terhadap Pola Pikir Anak

Fakta menunjukkan bahwa saat ini sudah terdapat jutaan anak-anak Indonesia yang handal memainkan games. Mulai dari game pemula di gadget atau bahkan online game yang dengan mudah ditemukan di situs-situs lainnya.

Berdasarkan penelitian mahasiswi Pendidikan Guru Paud Unesa, Selvi Aprilia Ika Rudianti, memainkan game memang ada segi positifnya, antara lain meningkatkan penggunaan Bahasa Inggris, melatih pemecahan masalah dan penggunaan logika, praktik penggunaan motorik halus, memperkenalkan anak pada kecanggihan teknologi, bahkan sampai pada meningkatnya kemampuan membaca jika yang dimainkan adalah game edukasi.

Berikut ini, beberapa alasan anak menjadi tertarik dan lebih suka dengan game yang ada di gadged:
1. Orang tua yang menyediakan fasilitas
Bagi orang tua yang mampu sering kali menyediakan fasilitas untuk anak. Baik itu bisa berbentuk gadget, handphone, maupun personal komputer.

2. Sifat game yang seru dan menghibur
Para orang tua saja juga menyukai game apalagi anak-anak. Karena game yang seru ini membuat anak menjadi ketagihan dan ingin memainkannya kembali.

Dampak positif gadget terhadap anak balita :
1. Membantu perkembangan adaptif seorang anak yaitu, kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang muncul gadget maka, anak pun harus mengerti bagaimana cara menggunakannya.

2. Menambah pengetahuan
Dengan menggunakan gadget yang berteknologi canggih anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi
3.Membangun kreatifitas anak
Dengan menggunakan gadget yang berteknologi canggih anak-anak dapat mudah menciptakan kreatifitas.

Dampak negatif dari adanya gadget untuk anak balita :
1.Gangguan tidur
Anak dapat mengalami susah tidur atau kualitas tidur yang kurang baik bila sebelum tidur ia menonton TV, membaca cerita lewat aplikasi e-Book di tablet, bermain video games. Ini dapat terjadi karena cahaya yang di pancarkan dari layar gadget elektronik tersebut yang membuat anak sulit untuk tidur.

2.Keterlambatan bicara
Sangat disarankan agar anak berusia dibawah 2 tahun tidak diberikan “screen time” atau ekspos pada layar dari gadget elektronik karena dapat mengakibatkan keterlambatan bicara dan gangguan tidur.

3.Sikap pasif
Yang dimaksud sikap pasif disini adalah anak kurang bergairah untuk melakukan aktifitas fisik seperti berjalan, berlari, bermain dengan teman. 4. Kurang baik untuk perkembangan fungsi mata.

Layar tablet, handphone sangat menarik untuk anak sehingga ia terpaku untuk melihatnya. Namun perlu untuk diingat bahwa gerakan (motion) yang cepat berpindah dari satu ke yang lainnya, warna yang terang dari layar dapat membuat otot mata lelah bahkan berubah secara fisologis. Ditambah lagi apabila jarak antara mata dengan layar dekat dan kurang terekspos sinar matahari sangat berpengaruh terhadap perkembangan mata balita.

Ada beberapa tips untuk orang tua agar dapat mengalihkan atau menghindari anak dari kecanduan gadget diantaranya :
1. Sediakan waktu dan kebersamaan dengan anak lebih banyak, menemani anak di rumah. Jika Anda sangat sibuk, aturlah sedemikian rupa. Anggap saja anak anda sedang “sakit” dan perlu ditemani.

2. Mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih enak dan nyambung dengan anak.

3. Berusaha memahami kebutuhan anak, termasuk bahasa anak. Menyelami game-game yang dimainkan supaya bisa menjadi pintu masuk anda bicara dengan anak.

4. Rencanakan waktu untuk makan bersama dan rekreasi bersama. Saat ngobrol dengan remaja yang enak adalah saat situasi mereka juga enak, saat makan dan santai.

5.Jangan bicara apalagi dengan marah-marah kepada anak saat mereka sedang main game. Hal itu justru membuat mereka bertambah terluka. Berusaha bicara dengan menatap anak dengan kasih sayang.
(Tita Yanuantari – harianindo.com)