Seputar Ramadhan: Sahur dan Buka Puasa Sehat, Hindari Menyantap Mie InstanSurabaya – Mie instan merupakan satu makanan yang seringkali menjadi pilihan santapan karena mudah dibuat, murah, dan memiliki berbagai pilihan rasa. Keunggulan-keunggulan tersebut juga menjadikan makanan instan ini dipilih untuk menjadi menu sahur dan buka puasa. Padahal ternyata, para ahli kesehatan tidak menyarankan untuk menyantap hidangan ini di dua waktu makan penting selama puasa tersebut.

Salah satu studi yang dilakukan Consumer Education and Research Centre (CERC) yang berbasis di Ahmedabad, India, mengatakan bahwa agar makanan sahur dan buka puasa lebih sehat, maka menu mie instan harus dihindari. Studi ini dilakukan dengan meneliti sekitar 15 mereka mie instan untuk melihat kandungan kimia dan nutrisi di dalamnya.

Dari penelitian tersebut didapatkan beberapa fakta yang menjadi penguat alasan mengapa mie instan sebaiknya dihindari untuk dijadikan sebagai makanan saat sahur dan buka puasa, yang antara lain adalah sebagai berikut:

• MSG
Monosodium glutamat, atau yang lebih dikenal dengan MSG sangat tinggi dalam mie instan. Kandungan ini terdapat dalam bumbu penyedapnya. Konsumsi zat ini dalam jangka panjang dapat memicu sakit kepala, rasa haus terus menerus, dan bahkan kanker.

• Tinggi Natrium

Batas aman konsumsi natrium per hari adalah 2.400 mg. Dalam sebungkus mie instan, kadangkala terdapat 800 mg atau lebu natrium. Jumlah ini menjadi cukup tinggi dan tidak sehat bila ditambahkan dengan natrium yang didapat tubuh dari makanan lain terutama pada saat rentang buka puasa sampai sahur anda.

• Propylene glycol

Zat ini digunakan untuk mecegah agar mie tidak kembali mengering. Konsumsi zat ini bisa memicu gangguan hati, ginjal, jantung, dan melebahkan kekebalan tubuh.

• Rendah Gizi dan Serat

Sudah buka rahasia lagi bahwa mie instan, meski sudah diberi embel-embel “bergizi/bervitamin”, memiliki kadar gizi yang rendah. Dan meski kadang disertakan pula sayuran kering di dalamnya, pun serat yang terkandung sangat rendah.

Secara umum, makanan yang dianjurkan untuk menu santapan sahur dan buka puasa sebaiknya kaya gizi dan banyak serat agar bisa dicerna lebih lama, menghasilkan energi yang juga lebih tahan lama, dan juga menyebabkan perut tidak cepat lapar meski sedang puasa sambil menjalankan aktivitas sehari-hari. Mie instan hanya menawarkan kemudahan dan hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali menyediakan kebutuhan-kebutuhan tersebut. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)