Beijing – Diketahui bahwa umat Islam di China adalah kalangan minoritas. Hal tersebut pastinya membuat ibadah puasa yang mereka jalani di bulan suci seperti sekarang ini lebih menantang jika dibanding umat Muslim di Indonesia yang notabene merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Beredar Kabar Umat Muslim Di Tiongkok Dilarang Melakukan Ibadah Puasa, Benarkah Begitu ?

Umat Muslim Di China

Sejumlah rumor yang tersebar dalam waktu dekat ini menyebut bahwa Otoritas China telah melarang warganya yang beragama Islam untuk berpuasa. Namun, sebagaimana dimuat Community Times, Senin (12/6/2017), pihak Negeri Tirai Bambu dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyatakan, bahwa Muslim China bisa menjalani puasa Ramadan dengan lancar.

Bahkan, umat Muslim China juga disebut tak kesulitan dalam menjalankan ibadah salat lantaran terdapat 34 ribu masjid yang tersebar di seluruh negeri. Informasi tersebut disampaikan oleh Presiden Asosiasi Islam China, Chen Guangyuan.

Dua masjid yang paling terkenal di Ibu Kota Beijing adalah masjid Niujie yang berusia 1.000 tahun dan masjid Dongsi yang berusia 500 tahun. Disamping itu, Kota Beijing juga diketahui memiliki 988 restoran dan toko makanan halal. Sejumlah supermarket kini juga diketahui menyediakan produk-produk halal bagi umat muslim.

Seorang pelajar Muslim China, Li Xan, menyatakan bahwa ia dan keluarganya menjalani Ramadan dan hari raya Idul Fitri dengan damai di negaranya meskipun kini ia tengah menetap di Cile untuk berkuliah. Mahasiswa jurusan teknik di Universidad Del Desarrollo itu menyebut, Ramadan di China menjadi momentum menjalin persaudaraan, solidaritas, dan kesempatan untuk beramal.

“Selama bulan Ramadan ayahku akan bangun jam 4 pagi, dan sejam kemudian dia sampai di Masjid Niujie, di pusat kota Beijing, tepat pada waktunya untuk salat subuh. Setiap hari di bulan Ramadan, kami menjalankan ibadah salat lima waktu di masjid. Teman-teman ayah saya memahami komitmen kami, dan ketika ia sibuk dengan banyak pekerjaan, mereka akan membantunya melakukannya agar dia bisa salat tepat waktu,” ujar Li Xan sebagaimana dikutip dari Biharan Juman.

Sebagai salah satu dari 20 juta Muslim di China, Lin mengaku tak pernah mengalami kesulitan lantaran agama yang dianutnya. Pemerintah China sendiri selama 50 tahun terakhir diketahui telah menggelontorkan sejumlah dana untuk merenovasi Masjid Niujie dan Dongsi. Bangunan tersebut ditetapkan sebagai bangunan bersejarah.

“Sejak berdirinya Republik Rakyat Cina pada 1949, hak dan kebebasan beragama umat Islam telah dilindungi oleh undang-undang dasar dan hukum,” imbuhnya.

Baca Juga : Wow, Donald Trump Hadiri Pernikahan Warga Biasa

“Berkat stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi yang cepat di negara ini, umat Muslim China bisa menikmati Ramadan yang damai. Banyak Muslim berbagi makanan tradisional dengan tetangga mereka, dan membagikan hadiah kepada orang-orang Muslim yang lebih miskin,” kata seorang pedagang Muslim Cina, Hang Xian (61).

(bimbim – harianindo.com)