Madiun – Pemilik pabrik obat tradisional yang digrebek Satresnarkoba Polres Madiun dan BPOM Surabaya mengklaim obat herbal produksinya laris di pasaran di seluruh Indonesia.

Digerebek Polisi, Pemilik Pabrik : Obat Saya untuk Kalangan Sendiri

“Tiga produk kami yang sudah beredar di seluruh Indonesia yakni Spirunat, Gamafit dan Asyifa laris di pasaran. Ketiganya sudah mendapatkan izin edar dari BPOM,” ujar Suparno, pemilik pabrik obat tradisional Nurusy Syifa Center Kabupaten Madiun di sela-sela istirahat pemeriksaan di Mapolres Madiun, Selasa (19/9/2017) siang.

Pabrik milik Suparno digerebek Satresnarkoba Polres Madiun dan BPOM Surabaya lantaran memiliki beberapa obat tradisional yang tak berizin edar, Selasa (19/9/2017).

Dari hasil penggerebekan itu, ribuan butir obat tradisional tak miliki izin edar disita tim Satresnarkoba Polres Madiun. Berdasarkan pantuan di Satresnarkoba Polres Madiun, Suparno diperiksa intensif penyidik. Polisi juga memeriksa petugas BPOM Surabaya yang turut dalam penggerebekan.

Baca juga: Diduga Keracunan setelah Makan Spaghetti, Belasan Siswa SD Dilarikan ke UGD

Menurut Suparno, dari 26 produk obat tradisional, baru enam yang sudah memiliki izin edar. Sementara 20 produk lain belum berizin edar. Pemasaran produk yang belum memiliki izin, kata Suparno, ditaruh di klinik jejaringnya seperti Pondok Pesantren Temboro Magetan dan satu klinik di Kota Madiun. Produk itu diedarkan di kalangan terbatas di bawah pengawasan dokter.

Suparno berdalih nekat mengedarkan obat tak berizin edar di kalangan terbatas lantaran memiliki dasar hukum. Setahu dia, ada obat tradisional yang tidak perlu mendapat izin edar seperti jamu gendong, pengobatan yang ada di bawah tangan seperti dokter dan tabib.

“Jadi obat saya tidak perlu izin karena digunakan untuk kalangan sendiri,” ungkap Suparno. (Tita Yanuantari – harianindo.com)