adat tinghua

Proses Pernikahan Adat Tradisional Thionghua Dan Maknanya

Ada hal wajib yang harus diperhitungkan dalam adat thionghua dalam menikah yaitu berupa tanggal,

hari, jam yang baik untuk melakukan proses pernikahan dan banyak kebutuhan yang perlu disiapkan.

Dalam adat thionghua akan ada yang namanya tho chin atau meminta restu yang nantinya keluarga

pihak laki-laki akan datang ke rumah pihak perempuan dan meminta restu kepada keluarga pihak

perempuan, lalu para orang tua akan membahas tentang apa yang diperlukan dalam sangjit atau

hari lamaran. Dalam hari lamaran adalah merupakan pemberian dari mempelai pria kepada pihak

wanita yang tandanya sebagai tanda kelanggengan dan kebahagiaan untuk pasangan. Yang unik dari

hari lamaran ini barang yang akan di hantarkan kepada pihak perempuan harus sebanyak delapan

atau sembilan. Tidak boleh empat. Karena delapan atau sembilan melambangkan kebahagian

kepada kedua mempelai dan hidup selamanya dengan mempelai.

 

Barang yang biasanya di hantarkan saat lamaran yaitu berupa jeruk sebanyak delapan atau sembilan

buah, kalengan buah yang nominalnya pun sebanyak delapan atau sembilan kaleng, angpao yang

terbagi atas empat yaitu uang popok, uang matahari, uang makeup dan yang terakhir uang kakak

beradik, jika memiliki saudara. Dari keempat angpao tersebut nomimalnya harus berakhiran delapan

yang memiliki arti kelanggengan dan dari keempat angpao tersebut keluarga pihak perempuan

hanya menggambil dua angpao yang pertama angpao popok yang artinya uang untuk ibu yang telah

membesarkan dan menyusui anaknya, kedua uang kakak beradik yang akan diberikan kepada adik

atau kakak. Angpao terakhir yaitu angpao matahari yang hanya akan di ambil uang yang terdapat di

bagian tengah saja dan bagian awal dan akhirnya disisakan oleh ibu mempelai diberikan kepada

pasangan mempelai. Konon katanya agar mempelai tersebut dapat rejeki berlimpah. Anggur merah,

harus ada anggur merah dua botol yang menandakan berdua selamanya tidak terpisah. Botol anggur

tersebut harus diikat pita dan disatukan tidak boleh dipisahkan.

 

Kata orang tua zaman dulu anggur itu melambangkan kedua calon mempelai yang bersatu tidak

terpisahkan. Sepasang kaki babi yang memiliki arti kesehatan, kesehatan untuk kedua mempelai.

Satu set tea pay. Pia atau bolu yang akan dibagikan kepada sanak saudara yang lebi tua. Gula batu

yang melambangkan manisnya hidup mempelai berdua.

Ritual selanjutnya yaitu menghias kamar, mempelai perempuan akan membawa semua barangnya

ke ruma laki-laki dan menghias kamar dan lemari. Upacara sebelum besok hari H pernikahan yaitu

tengah malam jam dua belas kedua belah pihak berdoa kepada leluhur untuk meminta izin agar

acara berlangsung dengan lancar. Dipihak laki-laki dan perempuan orangtuanya akan menyisir

rambut mereka dalam waktu tiga kali sisiran.Sisiran pertama orang tua akan mengatakan tetaplah

hidup bersama sampai maut yang memisahkan sisiran kedua orang tu akan mengatakan

diberikanlah keturunan dan sisiran terakhir orang tua akan mengatakan berumah tanggalah yang

harmonis.

Selanjutnya hari H di pagi hari akan diadakan acara teapay di kedua belah pihak dan di malam hari

acara tersebut.