Bandung – Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal 2016 yang dilakukan di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, pada Selasa (6/12/2016) sore terpaksa dihentikan setelah sekelompok massa yang menamakan dirinya Pembela Ahlus Sunnah (PAS) memasuki gedung dan meminta ibadah dihentikan.

Kebaktian Natal Dibubarkan Ormas, Pdt Stephen Tong : "Jangan Kecewa"

Pihak PAS melalui Ketua PAS Muhammad Roin meminta agar kegiatan perayaan agama dilakukan di rumah ibadah, bukan di tempat umum. Setelah dilakukan mediasi akhirnya disepakati acara KKR untuk sesi kedua tidak dilanjutkan.

Acara KKR yang menghadirkan Pdt.Dr.Stephen Tong yang pada sesi kedua rencananya akan diadakan pada pukul 18.30 WIB di Gedung Sabuga, akhirnya dibatalkan.

Menurut Muhammad Roin, pihaknya tidak melarang umat beragama lain merayakan hari raya keagamaan, namun disarankan untuk melakukannya di tempat ibadah, bukan di tempat umum.

“Ini kan acara keagamaan, kita enggak masalah. Enggak ada pelarangan. Nah untuk melaksanakan Natal sesuai keyakinannya, kita menyarankan kegiatannya dilakukan di tempat semestinya sesuai Undang-undang. Ya acara Natal dilakukan di gereja, bukan di Gedung Sabuga,” ujar Muhammad Roin di halaman Gedung Sabuga.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto yang ikut turun langsung ke lokasi menjelaskan bahwa persoalan sudah diselesaikan secara musyawarah oleh kedua pihak.

“Jadi acara yang malam tidak dilaksanakan. Tadi sudah disepakati pihak panitia, pendeta dan perwakilan ormas,” ujar Winarto.

“Kalau kegiatan keagamaan hanya perlu pemberitahuan saja. Jadi acara ini bukan dilarang. Nanti panitia akan membicarakannya lagi ke Kemenag dan MUI, termasuk kepada Pemkot Bandung,” tutur Winarto.

“Jadi sudah clear. Enggak ada masalah. Semuanya memahami dan saling mempelajari,” tambah Winarto.

Sementara itu, setelah acara KKR dibatalkan, para umat Kristen yang terlanjur datang melakukan doa bersama di dalam Gedung Sabuga.

Dalam keterangannya, Pendeta Stephen Tong meminta agar umat tetap tenang dan tidak merasa kecewa.

“Nanti ada tim yang mempelajari. Jangan kecewa,” ucap Stephen Tong.
(samsul arifin – harianindo.com)