Jakarta – Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, menilai kasus baladacintarizieq yang saat ini sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya direkayasa untuk membidik sosok Rizieq.

Pengacara Hubungkan Pengusutan Kasus Habib Rizieq Dengan Sidang Ahok

Kapitra menduga, Rizieq dipojokkan karena mempunyai peranan penting dalam menjebloskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke dalam penjara.

“Beliau ikut dalam mengawal pengadilan yang memutus Basuki Tjahaja Purnama bersalah,” kata Kapitra di AQL, Tebet Utara, Jaksel, Selasa (16/5/2017).

Kapitra juga menyebutkan bahwa Rizieq tidak ada sangkutpautnya dengan kasus chat vulgar yang kemudian dikenal dengan nama baladacintarizieq ini.

“Karena perkara itu tidak berkaitan sama sekali dengan Habib Rizieq Syihab. Perkara itu tidak ada sangkut-pautnya dan perkara itu kan rekayasa untuk menargetkan Habib Rizieq terlibat di dalamnya, dikait-kaitkan di dalamnya, karena apa?” terangnya.

Karena itu, Kapitra kemudian menyusun 9 alasan mengapa Rizieq sampai menjadi target:

1. Karena beliau memimpin aksi Bela Islam.
2. Beliau ikut andil dalam kekalahan Basuki Tjahaja Purnama di Pilkada.
3. Beliau ikut dalam mengawal pengadilan yang memutus Basuki Tjahaja Purnama bersalah.
4. Beliau sangat concern menyuarakan atas ketidakadilan dan intervensi-intervensi yang disebut dengan istilah merubah naga menjadi cacing.
5. Beliau orang yang sangat istiqomah melawan fitnah dan lawan kriminalisasi ulama.
6. Beliau selalu setia kepada rakyat miskin dan melawan penggusuran dan pengangguran.
7. Beliau selalu setia kepada NKRI dan Pancasila sehingga menolak penjajahan dari pihak asing. Apakah itu dalam bentuk ekonomi maupun bentuk apa pun.
8. Beliau mengungkapkan ada indikasi dan memotivasi umat Islam dalam melawan PKI.
9. Menyatukan umat Islam dan menyerukan agar Islam bangkit dalam segala dimensi kehidupan terutama dalam dimensi ekonomi dan pendidikan.
(samsul arifin – harianindo.com)