Jakarta – Seorang pria dengan membawa kapak dan gergaji tiba-tiba mengamuk dan membubarkan ibadah Anak Sekolah Minggu (ASM) yang sedang berlangsung di Rusun Pulogebang Jakarta pada Minggu (24/9/2019).

Pria Yang Bubarkan Ibadah Sekolah Minggu Tulis Surat Permintaan Maaf

Pria yang kemudian diketahui bernama M. Nasoem Sulaiman ini mengaku sebagai koordinator rusun dan membubarkan paksa jalannya ibadah sambil mengumpat dengan kata-kata kotor yang menyinggung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Twitter @Ustadz Think in terlihat Nasoem berteriak-teriak memaksa agar ibadah dihentikan.

“Ini sakit! Orang sedang kebaktian di Rusun Pulogebang di Usir oleh Pria Membawa Kampak dan Gergaji. cc : @HumasMetroJaya” demikian tulis akun @Ustadz Think.

Setelah video dirinya menjadi viral, Nasoem akhinya meminta maaf atas ulahnya secara tertulis dengan dibubuhi tanda tangannya di atas meterai, Ketua RT, serta saksi lainnya, termasuk tuan rumah, Keluarga Boy Palandeng.

Pria Yang Bubarkan Ibadah Sekolah Minggu Tulis Surat Permintaan Maaf

Berikut isi suratnya:

Surat Pernyataan

Yang bertanda tangan di bawa ini:

Nama : M. Nasoem Sulaiman

Alamat : Rusun Pulogebang. Blof F. No 309 RT 001/001. Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Menyatakan bahwa kejadian di Rusun Pulogebang. Blof F, Lantai 3 Selasar, terkait kegiatan dari Keluarga Boy Palandeng (Inggrit/Inge) saya hilap karena kondisi baru pulang kerja.

Dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti ini lagi.

Serta saya tidak ada dendam pada keluarga Inge.

Apabila kejadian serupa terulang lagi, saya bersedia dihadapkan pada yang berwajib serta pada kejadian ini saya pribadi minta maaf.
(samsul arifin – harianindo.com)