Jakarta – Peringatan Hari Buruh alias May Day 2018 sekaligus menjadi sebuah moment deklarasi dukungan para buruh untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk maju sebagai Calon Presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Berikan Dukungan, KSPI Minta Prabowo Tandatangani Kontrak Politik

Berikan Dukungan, KSPI Minta Prabowo Tandatangani Kontrak Politik

Acara deklarasi tersebut diisi dengan penandatanganan 10 poin perjanjian politik antara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dengan Prabowo. Said Iqbal yang merupakan Presiden sekaligus perwakilan KSPI mengatakan bahwa keputusan mendukung Prabowo baru diputuskan dalam rapat kerja nasional KSPI pada Sabtu (28/4/2018) malam.

“14 paket kebijakan ekonomi pemerintah Pak Joko Widodo bagi kami merugikan buruh, termasuk PP Nomor 78 (Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan),” ujar Said seperti yang dilansir dari Kompas.com, Minggu (29/4/2018).

Baca juga : Prabowo Tanda Tangani 10 Poin Kontrak Politik di Hadapan Ribuan Buruh, Ini Isi Lengkapnya

“Oleh karena itu, presiden yang akan kami deklarasikan ini harus menandatangi dan akan menandatangi kontrak politik yang kami sebut sepultura,” sambungnya.

Said mengatakan bahwa paket kebijakan ekonomi pemerintah yang dibuat oleh Presiden Joko Widodo beserta jajarannya telah merugikan kaum buruh. Oleh karena itu para buruh akhirnya mendeklarasikan dukungannya untuk Prabowo.

Said juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan dukungan untuk Joko Widodo yang akan maju untuk dua periode dalam pilpres mendatang. Said menilai bahwa keputusan yang diambil terkait pilpres mendatang sangat penting bagi kesejahteraan para buruh.

“Bagi kami di KSPI dan buruh Indonesia, pemilihan presiden adalah momen krusial karena presiden yang terpilih akan menentukan arah kebijakan negara, ekonomi, politik, sosial, budaya, termasuk di dalamnya adalah kebijakan ketenagakerjaan dan paket kebijakan ekonomi,” pungkasnya.
(Muspri-harianindo.com)