Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menyebut bahwasanya ia akan menunggu pemegang izin hak guna usaha (HGU) skala besar untuk mengembalikan lahannya kepada negara. Pernyataan tersebut diungkapkan Jokowi saat memberikan pidato di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/09/2019).

Politisi Gerindra : "Jokowi Lupa Bahwa Dirinya Adalah Presiden"

Politisi Gerindra : “Jokowi Lupa Bahwa Dirinya Adalah Presiden”

Mendengar hal itu, Politikus Gerindra Moh Nizar Zahro angkaat bicara. Nizar dengan tegas mengaku tidak setuju dengan sikap yang akan dilakukan Jokowi tersebut. Sebab menurutnya Jokowi saat ini masih berstatus sebagai Presiden RI, bukan penjaga toko.

“Jokowi lupa bahwa dirinya adalah presiden. Bukan penunggu toko kelontong. Maka tidak pantas jika hanya menunggu,” kata Nizar saat ditemui di Jakarta, Senin (25/09/2019).

Lebih lanjut Ketua DPP Gerindra ini menjelaskan bahwasanya Jokowi seharusnya mampu bertindak konkret sebagai Presiden RI. Pertama, dia harus mengumumkan seluruh pemegang HGU. Kedua, lakukan penarikan terhadap seluruh HGU tersebut.

Baca juga : Polisi Selidiki Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks oleh Cawapres Sandiaga Uno

“Jokowi tidak boleh hanya tendensius kepada Prabowo saja. Tindakan yang sama harus ditujukan juga kepada pemegang HGU yang lainnya. Jika hanya menunggu, maka posisi Jokowi tak ubahnya seperti penjaga toko kelontong,” tegasnya.

Legislator asal Madura ini pun menambahkan bahwasanya rakyat membutuhkan tindakan konkret dari kepala negara. Bahkan menurutnya seluruh pemegang HGU harus segera dipublikasikan demi menegakkan keadilan. Jika ada yang ditarik, maka harus ditarik semua.

“Sekarang keputusan ada di tangan Jokowi. Pak Prabowo sudah menyatakan siap mengembalikan jika negara membutuhkan,” pungkas Nizar.
(Muspri-harianindo.com)