Jakarta- Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengungkapkan bahwa dirinya telah menyerahkan surat pengunduran diri dari Partai Demokrat kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Deddy memilih hengkang dari partai yang telah membesarkan namanya lantaran bergabung dengan Partai Gelombang Karya (Gelora) yang didirikan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersama koleganya.

Deddy memilih mengundurkan diri dengan cara mengirimkan surat lantaran SBY sulit untuk ditemui.

“Agak sulit ketemu beliau, jadi pakai surat saja,” ujar Deddy saat dihubungi wartawan pada Jumat (08/11).

Lebih dari itu, Deddy enggan untuk memberikan tanggapan terkait sindiran yang dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demorkat Andi Arief bahwa jika dirinya bergabung ke Partai Gelora maka Gelora dapat menjadi akronim untuk orang-orang rapuh.

Deddy mengatakan tidak ingin baper dengan sindiran tersebut. Dia juga mengaku tidak semua sindiran atau pernyataan harus ia tanggapi.

“Pernyataan-pernyataan itu tidak harus kita tanggapi semua. Mungkin benar, mungkin juga tidak, jangan baper (terbawa perasaan),” jelas Deddy.

Sebelumnya, Deddy mengungkapkan akan segera menandatangani akte tanda bergabung dengan Partai Gelora pada Sabtu (09/11).

Ia menyatakan sudah menjalin sejumlah komunikasi dengan empunya Gelora yakni Fahri Hamzah dan Anis Matta. Bahkan, menurutnya, komunikasi itu telah terjalin saat Gelora masih berbentuk organisasi dengan nama Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi).

Ia pun membeberkan alasannya memilih bergabung dengan partai tersebut lantaran Partai Gelora dianggapnya sesuai dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 dan Pancasila.

Deddy juga mengklaim bahwa dirinya selaras dengan visi yang dibawa oleh Partai Gelora.

“Jadi punya harapan besar ke depan karena mereka (Gelora) bisa melihat perubahan yang terjadi di masyarakat,” pungkas Deddy. (Hr-harianindo.com)