Home > Ragam Berita > Nasional > Luar Biasa, Jejak Bekas Letusan Gunung Agung Saat Meletus Tahun 1963 Masih Terlihat

Luar Biasa, Jejak Bekas Letusan Gunung Agung Saat Meletus Tahun 1963 Masih Terlihat

Jakarta – Status Gunung Agung yang meningkat dari Siaga menjadi Awas pada Jumat (22/9/2017) membuat ribuan warga di radius 9 km dari puncak Gunung Agung mulai mengungsi ke titik-titik pengungsian yang telah ditentukan.

Luar Biasa, Jejak Bekas Letusan Gunung Agung Saat Meletus Tahun 1963 Masih Terlihat

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, Kasbani, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan sejak sebulan terakhir ini.

“Dulu jarang, sejak sebulan lalu ada peningkatan secara signifikan. Peningkatannya secara kontinu, terus-menerus, dan stabil kenaikannya,” kata Kasbani, Kamis (14/9/2019) lalu.

Dari catatan yang dimiliki PVMBG, Gunung Agung telah empat kali meletus sejak tahun 1800, yakni pada tahun 1808, 1821, 1843, dan yang terakhir pada 1963.

Pada tahun 1963, letusan terjadi sejak tanggal 18 Februari 1963 hingga berakhir pada 27 Januari 1964. Letusan ini bersifat magmatis dan menyebabkan korban jiwa sebanyak 1.148 orang tewas dan 296 orang luka-luka.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Gede Suantika, Gunung Agung tidak pernah menunjukkan kenaikan level aktivitasnya sejak tahun 1963.

“Gak pernah naik satusnya dulu-dulu. Ini pertama kali (naik status) sejak 1963,” jelas Gede Suantika.

Untuk mengantisipasi letusan Gunung Agung, akan digunakan skenario letusan seperti pada tahun 1963 lalu.

“Karakteristiknya kita mengacu pada letusan 1963, letusanya besar, kalau meletus,” katanya.

“Pada 1963 itu awan panas sampai ke utara, sampai ke pantai. Ke Tulamben, tempat wisata snorkling di situ,” tambah Gede.

Bahka menurut Gede, jejak bekas letusan Gunung Agung berupa bekas awan panas masih terekam jelas pada foto satelit Google Maps, yang ditunjukkan berupa garis lekukan dari puncak gunung ke pantai.

“Ini bekas letusan masa lalu, masih kelihatan. Ini bekas awan panas,” kata dia.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Reklamasi Bakal Dihentikan Anies-Sandi, Luhut : Asal Sesuai Aturan

Reklamasi Bakal Dihentikan Anies-Sandi, Luhut : Asal Sesuai Aturan

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mempersilakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI ...