Jakarta – Baru-baru ini, ada sebuah video yang memperlihatkan cuplikan percakapan antara calon wakil gubernur Sandiaga Salahudin Uno dengan artis Marcela Zalianty. Video tersebut kini menjadi viral di media sosial.

Peneliti LIPI Menyebut Chat Hot Sandiaga dan Marcella Sebagai Isu Murahan

Sandiaga Uno dan Marcella Zalianty

Salah seorang peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan bahwa hal tersebut sebagai salah satu bentuk isu murahan yang disebarkan oleh pihak yang ingin merusak kedamaian pilkada. Perempuan yang akrab disapa Wiwiek tersebut, menuturkan jelang masa tenang seharusnya model-model kampanye semacam itu tidak dilakukan.

“Ini kan minggu tenang. Kalau kita sepakat pilkada DKI harus berhasil, ya tentu kita semua tidak terjerumus pada isu yang murahan, mendiskreditkan orang per orang,” ujar Wiwiek saat ditemui di acara diskusi Polemik Sindotrijaya di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/2017).

Menurut Wiwiek, apapun alasannya kampanye hitam (black campaign) tidak dibenarkan dalam proses kompetisi yang tengah berlangsung. Meskipun hendak menggunakan kampanye negatif maka pola mencari-cari kesalahan lawan adalah sikap yang tidak seharusnya ditiru dan harus dihindari.

“Negatif yang berkaitan dengan orang itu bisa dibuka semuanya, kalau seperti itu berarti tidak ada yang lulus (seleksi), kan begitu,” kata Wiwiek.

Wiwiek pun melanjutkan akan lebih mengajak kepada semua pihak untuk mengedepankan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Dirinya juga akan mencerdaskan publik melalui suguhan informasi yang betul-betul mencerahkan.

Baca Juga : Puluhan Ribu Polisi Diterjunkan Untuk Mengamankan Putatan 2 Pilgub DKI

“Alangkah baiknya memang kita sudah merenungkan apa yang dilakukan. Dan tentunya edukasi kepada masyarakat itu yang tidak boleh selesai karena kita punya kepentingan agar masyarakat memilih sepenuh hati dengan logika berpikir yang benar, jadi bukan karena takut,” pungkasnya.

(bimbim – harianindo.com)