Jakarta –Hingga tiga minggu sejak konflik bersenjata terjadi di Kora Marawi, Mindanao, Filipina Selatan, pihak militer Filipina belum juga berhasil merebut Marawi sepenuhnya.

Teroris ISIS di Marawi Mengeksekusi Enam Warga Kristen

Dilaporkan masih ada sekitar 400 milisi Maute yang berafiliasi ke ISIS menguasai 1.000 warga Marawi yang terjebak di daerah konflik dan tidak sempat mengungsi.

Dikutip kantor berita AFP, Selasa (13/6/2017), para teroris tidak segan-segan membunuh warga yang hendak melarikan diri mengungsi, sedangkan warga yang tinggal akan dijadikan pelayan dan juru masak.

“Berdasarkan informasi yang ada dari warga sipil yang terjebak yang telah kami selematkan, mereka digunakan sebagai pelayan untuk memasak makanan bagi mereka, untuk membawa amunisi mereka,” kata juru bicara militer setempat Letnan Kolonel Jo-ar Herrera kepada wartawan.

Teroris juga sudah merilis sebuah video melalui kantor berita propaganda mereka Amaq, Senin (12/6/2017) yang memperlihatkan bagaimana mereka menembak mati enam orang warga Kristen di Marawi.

Presiden Rodrigo Duterte sendiri telah mengumumkan status darurat militer di wilayah Filipina Selatan. Sebanyak 250.000 warga telah mengungsi akibat konflik ini.
(samsul arifin – harianindo.com)