Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo terkait biaya pengobatan mata Novel Baswedan. Permintaan ini disampaikan saat kelima pimpinan KPK bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Rabu (4/7/2018).

KPK Sampaikan Permintaan kepada Jokowi untuk untuk Biaya Berobat Novel

Agenda utama pertemuan tersebut sebenarnya adalah untuk membahas Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dianggap KPK akan melemahkan pemberantasan korupsi.

Namun, pimpinan KPK turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta bantuan biaya pengobatan penyidik seniornya itu. “Kita meminta pada pemerintah, minta bantuan lagi, karena mata kanan mas Novel itu sekarang lebih buruk dibanding mata kirinya. Biayanya kalau hanya asuransi KPK enggak cukup,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pada Rabu (7/5/2018).

“Kami meminta kalau seandainya ada. Tergantung Pak presiden dan para menteri yang memutuskannya, tapi kami mencoba menyampaikan,” tambahnya.

Menurut Syarif, Presiden akan mempelajari permintaan KPK tersebut. Namun, dalam pertemuan itu, Syarif mengaku tidak membahas mengenai pelaku penyerangan Novel yang sampai setahun lebih belum juga terungkap.

“Tidak ada pembicaraan soal itu,” kata dia.

Baca juga: Sofjan Wanandi : JK Tampik Wacana Bakal Dipasangkan dengan AHY di Pilpres 2019

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Akibat insiden tersebut, mata kiri Novel mengalami kebutaan dan ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Singapura.

Pada April 2018 lalu, Presiden mengaku ingin mendengar terlebih dahulu penjelasan dari Kapolri sebelum memutuskan apakah akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta terkait kasus ini. (Tita Yanuantari – harianindo.com)