Bologna – Beberapa waktu lalu, sebelum balapan MotoGP Inggris 2018 resmi dibatalkan, pihak penyelenggara sempat mengadakan voting bersama pihak tim dan para pembalap untuk membuat keputusan. Pemungutan suara tersebut nyatanya mendapat tentangan dari pembalap Tim Ducati Corse, Andera Dovizioso.

Dovizioso Menentang Keputusan Pembatalan MotoGP Inggris 2018

Dovizioso

Dovizioso sebenarnya mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh Dorna Sports selaku pihak penyelenggara karena itu menunjukkan kedekatan mereka dengan tim-tim yang berlaga dan para pembalap. Akan tetapi, menurut Dovizioso, akan lebih baik jika keputusan itu dibuat oleh pihak penyelenggara saja.

Menurutnya, apabila penentuan balapan diserahkan kepada tim-tim dan pembalap, maka itu hanya akan menimbulkan keegoisan dari masing-masing tim. Movistar Yamaha misalnya, yang merupakan salah satu tim yang memberikan suara untuk memilih membatalkan balapan. Hal tersebut dilakukan karena dua pembalap mereka, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, tidak mendapatkan hasil bagus saat kualifikasi. Sehingga, jika balapan dilangsungkan, maka mereka akan start dari posisi 11 dan 12.

“CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta telah melakukan voting di antara pembalap MotoGP. Sikap saya adalah, ‘Saya tidak ikut membuat keputusan itu, namun tidak masalah bagi kami untuk balapan pada hari Senin.’ Apa yang saya tidak suka: karena adanya pilihan, produsen harus memilih, apakah akan balapan pada hari Senin atau tidak,” ungkap Dovizioso sebagaimana diberitakan Speedweek pada Senin (17/9/2018).

“Saya pikir itu bukan kesepakatan yang adil. Karena jika Anda menyerahkan keputusan kepada tim di setiap Grand Prix, maka Anda akan selalu egois. Apakah pekerjaan memiliki keuntungan melalui pembatalan? dapat dikatakan ‘ya’. Jika tim memiliki keuntungan dari pergeseran, tim akan memilih balapan pada hari Senin. Itu tidak seharusnya terjadi,” tandas Dovizioso. (Tita Yanuantari – harianindo.com)