London – Polisi Inggris baru-baru ini menahan seorang pria yang terlihat sedang menghardik anak-anak Yahudi dengan ucapan-ucapan yang bersifat antisemit. Perilaku rasis tersebut terjadi di sebuah tube (kereta bawah tanah) dan direkam oleh salah satu penumpang.

Berdasarkan berita yang dilansir BBC pada Sabtu (23/11/2019), pria yang terekam itu nampak meneriaki ayat-ayat Alkitab yang memiliki unsur antisemitisme kepada dua anak laki-laki Yahudi. Kejadian itu berlangsung pada Jumat (22/11/2019) lalu di Jalur Utara kereta bawah tanah London.

“Anak-anak (yang menjadi korban) itulah yang membuat saya dan penumpang lain langsung memperhatikan (kejadian tersebut), ia meneriaki bocah-bocah tersebut. Itu adalah tindakan yang buruk dari segi manapun,” tutur Chris Atkins, penumpang yang merekam aksi tak menyenangkan tersebut.

Kejadian tersebut direkam oleh Atkins selama kurang lebih 2 menit sampai akhirnya ia memutuskan untuk bertukar tempat duduk dengan orang di sebelah pria tersebut.

“Dia… mengatakan dalam Alkitab (bahwa) orang-orang Yahudi membunuh Yesus dan mereka semua adalah tuan budak. Saya telah tinggal di London selama 20 tahun dan Anda sudah terbiasa dengan orang-orang yang mengomel di Tube-setelah satu menit saya baru menyadari, ‘sebentar, ini benar-benar (perilaku) antisemit’,” ujar Atkins.

Aksi penghardikan tersebut sempat dicegah oleh pria lain, namun pelaku mengancam pria yang mengintervensi dirinya. Barulah setelah itu seorang wanita muslim turut membela.

Perempuan berjilbab merah, belakangan diketahui bernama Asma Shuweikh, melabrak pria rasis tersebut.

“Di zaman sekarang ini, kita tahu betapa tidak tolerannya setiap orang. Semua agama saling membenci. Namun kini anda menemui seorang wanita Muslim yang membela anak-anak Yahudi,” kata Atkins.

Dua anak Yahudi beserta ayahnya kemudian turun di Leicester Square. Atkins kemudian mendapat izin dari ayah dua bocah tersebut untuk menyebar video yang ia rekam.

Polisi Transportasi Inggris sempat menyebarkan pemberitahuan mengenai aksi tersebut dan meminta semua orang untuk membagikan informasi mengenai pria penghardik tersebut.

Kabar terbaru menyebut bahwa polisi kini berhasil mengamankan pria tersebut di Birmingham. Ia dijerat lantaran telah melakukan tindakan ofensif bermotif SARA. (Elhas-harianindo.com)