Jakarta – Imam Nahrawi, selaku Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengumandangkan Selawat Asyghil setelah diselidiki di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Diketahui bahwa, Imam merupakan tersangka dalam kasus suap terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

“Ini suasana bulan Maulid, maka umat Islam harus perbanyak selawat. Salah satunya Selawat Asyghil,” ujar Imam.

“Setiap manusia akan menghadapi takdirnya dan Allah itu Maha Baik, takdirnya tak pernah salah. Jadi, itu hikmah bulan Maulid. Saya kira itu, makasih,” kata Imam.

Imam mengatakan bahwa buku catatan yang bertuliskan Allah Maha Baik, Taqdirnya Tak Pernah Salah. Terkait hal itu,KPK pada Rabu (18/09/2019) telah menetapkan Imam dan Miftahul Ulum selaku asisten pribadinya sebagai tersangka.

Imam diperkirakan mendaat uang total Rp26,5 miliar. Uang tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh KONI kepada Kemenpora Tahun Anggaran 2018. (NRY-harianindo.com)