Jakarta – Pesatnya perkembangan bisnis startup pada era teknologi informasi saat ini tidak lagi dapat dipungkiri. Hal ini juga disadari oleh calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok Tawarkan Bantuan Dengan Sistem Bagi Hasil Pada Start Up Berkembang di DKI

Ahok dan Djarot

Ahok pun mengakui apabila anak-anak muda yang tengah membangun bisnis startup harus diberi kesempatan seluas-luasnya. Ahok juga siap membantu dengan menawarkan konsep kerja sama antara pelaku bisnis start-up dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kami mengerti, Misal startup, mau buka usaha, bagi hasilnya gimana? Kami tawarkan konsep bagi hasil 80:20 sebetulnya,” ungkap Ahok dalam acara ‘Kumpul Masyarakat Kreatif, Digital, dan Perfilman’ di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1/2017).

Konsep tersebut, lanjut Ahok, 80 persen keuntungan diberikan kepada pelaku bisnis, sementara 20 persen dibagi ke Pemerintah Provinsi untuk disalurkan kembali ke koperasi-koperasi daerah. Konsep ini sama seperti yang ditawarkan Ahok kepada warga Kepulauan Seribu soal budidaya ikan.

Selain itu, calon petahana itu mengakui, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjalani lelang untuk lokasi startup di Jalan Profesor Satrio, Kuningan. Ahok mengklaim, lokasi tersebut dapat menampung hingga 100 orang.

Dirinya mengklaim apabila untuk mendukung bisnis startup ini, Jakarta akan memiliki jaringan 4,5G pada tahun 2018 nanti. Selain itu, Pemprov DKI juga tengah memperbaiki 2.600 kilometer trotoar di Ibu Kota, sebab, salah satu yang penting adalah memastikan kabel fiber optic dapat mudah dibentangkan.

“Tidak mungkin mendorong anak-anak muda jadi kreatif kalau infrastrukturnya tidak siap. Makanya kita sudah mulai dari tahun lalu, semua gedung kalau dia mau nyambung sertifikat layak fungsi dia wajib menyediakan semacam fasum fasos untuk kabel fiber optic ini,” jelanya.

Menurutnya, Pemprov DKI juga sudah menyediakan dana sebesar Rp1 triliun/tahun untuk pinjaman modal lewat Bank DKI. Namun, untuk mendapat modal, pebisnis startup harus memiliki rekening Bank DKI agar lebih transparan.

Baca juga: Anies Bakal Hadirkan Beberapa Pusat Ekonomi di Jakarta

“Supaya saya mengetahui perilaku Anda. Karena, bagaimana saya mengetahui, kalau Anda tidak punya arus kas di sebuah tabungan,” tandas Ahok. (Yayan – harianindo.com)