Jakarta – Walaupun hingga kini masih menyisakan banyak masalah, KPU masih optimis rekapitulasi nasional hasil penghitungan suara akan selesai sesuai dengan target, 22 Mei 2019. Karena itu, KPU siapkan opsi lain jika seandainya ada ganjalan yang bisa membuat tak berjalan sesuai dengan jadwal.

Masih Banyak Masalah, KPU Optimis Real Count Selesai Tepat Waktu

Saat dikonfirmasi, Pramono Ubaid selaku Komisioner KPU menuturkan bahwa “Sejauh ini kita masih optimis proses rekapitulasi dan penetapan hasil pemilu itu sesuai jadwal. Untuk tingkat nasionalnya nanti tanggal 22 Mei,”

Untuk masalah penghitungan suara manual, banyak masalah terjadi ditingkat kecamatan karena selalu ada perbedaan pendapat antara petugas Pemungutan Suara Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pengawas, hingga saksi. Akibatnya, kerap kali dilakukan verifikasi ulang antara data yang C1 dengan hasil penghitungan suara.

“Di sanalah perbedaan pendapat atau selisih angka yang ada di C1 betul-betul dicocokkan kembali, diverifikasi, adu data, dikoreksi, itu memang adanya di kecamatan,” ujar Pramono.

“Jadi saksi boleh memperlihatkan datanya, pengawas pemilu juga mengajukan datanya. Tentu juga KPU memperlihatkan datanya, kalau ada selisih angka kemudian dicek ulang ke C1 plano. Bahkan kalau belum ketemu angkanya, nanti dibuka kotak suara dihitung surat suaranya,” sambungnya.

Proses rekapitulasi dilakukan secara manual dan berjenjang dari tingkat kecamatan, berlanjut ke kabupaten, provinsi, hingga ke nasional. Dijadwalkan, proses rekapitulasi berlangsung selama 18 April-22 Mei 2019.

(Ikhsan Djuhandar – harianindo.com)