Jakarta –
Indonesia mengamankan pasokan minyak dari Rusia. Hal itu merupakan hasil pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin awal pekan ini.
Di sisi lain, Indonesia juga menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat terkait pembelian energi berbasis minyak bumi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan meski Indonesia sudah menjalin kerja sama dengan AS, pembelian minyak dari Rusia seharusnya tidak menjadi masalah. Ia menegaskan, pemerintah akan mengambil keputusan yang paling bermanfaat bagi negara.
Saya bilang kebutuhan minyak mentah kita 300 juta barel. Kita ambil apa saja yang menguntungkan negara kita, harus kita penuhi, tegas Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
|
Baca juga: Rencana Penyediaan Listrik 2025-2034 Ingin Direvisi
|
Ia juga menegaskan, Indonesia mengedepankan politik bebas aktif, sehingga dalam urusan perekonomian Indonesia juga bebas aktif. Indonesia akan berdagang dengan siapa saja yang bisa diajak bekerja sama, termasuk Rusia.
“Yang jelas kita mengedepankan politik bebas aktif. Di politik juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi kita bisa belanja ke siapa saja dari negara-negara yang pernah kita kerja sama, termasuk Rusia, Afrika, dan Nigeria,” kata Bahlil.
Pun dengan Amerika Serikat, Indonesia juga akan tetap menghormati kerja sama pembelian energi yang tertuang dalam perjanjian perdagangan Agreement on Reciprocal Trade (ART).
“Dan lebih khusus lagi yang kami hormati adalah perjanjian kami dengan Amerika,” tegas Bahlil.
(acd/acd)

