Home > Ragam Berita > Ngeri, Ada Tupai Vampir di Kalimantan yang Hobi Sedot Darah Kijang

Ngeri, Ada Tupai Vampir di Kalimantan yang Hobi Sedot Darah Kijang

Jakarta – Baru-baru ini, tim ilmuwan asal Universitas Michigan dan Universitas Victoria mendapatkan momen berharga untuk mendokumentasikan kehidupan seekor tupai vampir. Hewan bernama latin ‘Rheithrosciurus macrotis’ ini terekam kamera yang terpasang di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.
Ngeri, Ada Tupai Vampir di Kalimantan yang Hobi Sedot Darah Kijang
Menurut kabar yang beredar, hewan ini mengincar darah rusa Muntjak atau yang biasa disebut kijang. Menurut warga, tupai ini biasanya meloncat dari pohon ke leher kijang dan meminum darahnya, bahkan kadang merobek leher mangsanya hingga terbunuh.

Ia juga memiliki penampilan yang berbeda. Hewan nocturnal (hidup di malam hari) ini memiliki bulu ekor lebat dengan panjang ekor yang mencapai 30 persen dari tubuhnya. Selain itu, bulu telingannya juga panjang sementara panjang tubuhnya sendiri kira-kira 36 cm.

Meski disebut vampir oleh warga, para peneliti masih belum yakin hewan ini benar-benar menghisap darah. Belum ada bukti otentik yang bisa mendukung atau menolak ketidakyakinan para ilmuwan.

“Aku akan sangat terkejut bila tupai itu memang benar meminum darah,” ujar Dr. Andrew Marshall. “Menurut warga sekitar tupai ini galak, mungkin dari sanalah legenda tupai vampir itu berasal.” (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)

x

Check Also

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos, Ini Kata Ahok

Terkait Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos, Ini Kata Ahok

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) perlu menjelaskan terkait kasus ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis