Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Sudah Sarapan Tapi Masih Merasa Lapar ? Ini Penyebabnya

Sudah Sarapan Tapi Masih Merasa Lapar ? Ini Penyebabnya

Jakarta – Apakah Anda pernah merasa lapar sebelum tiba jam makan siang? padahal, Anda telah menyantap sarapan. Ilmuwan dan pakar mengatakan, hal tersebut umumnya terjadi karena menu sarapan Anda didominasi gula yang tinggi, serta minim protein dan lemak.

Sudah Sarapan Tapi Masih Merasa Lapar ? Ini Penyebabnya

Beragam Menu Sarapan

Dengan demikian, apabila menu sarapan Anda semangkuk oat dengan rasa dan smoothie buah yang rendah serat dan protein, maka makanan Anda tersebut akan cepat diubah menjadi gula dan dicerna dengan cepat.

Seperti dilansir dari metrotvnews.com, Selasa (25/4/2017), berikut tips ahli gizi untuk menghindari rasa lapar kembali setelah sarapan.

1. Hitung buah yang dikonsumsi

Smoothie merupakan menu sarapan favorit karena mudah dibuat dan dikonsumsi di pagi hari. Selain itu, sajian vitamin dan antioksidan pada buah dipercaya dapat memberi dampak positif bagi kesehatan. Tapi, bila dikonsumsi berlebihan, gula alami juga dapat memicu kenaikan gula darah dan membuat perut Anda merasa cepat lapar.

Yogurt dengan rasa, jus buah dan pemanis yang ditambahkan pada smoothie Anda juga tidak dapat membantu kondisi gula darah Anda. Untuk menghindarinya, campur smoothie dengan sayuran berserat.

2. Hindari makanan bebas gluten

Apakah karena mengikuti tren atau alergi gluten, Anda mengganti wafel dan pancake biasa dengan versi bebas gluten. Produk ini hampir selalu mengandung lebih banyak karbohidrat daripada aslinya yang berasal dari gandum. Beras, jagung atau kentang dalam produk bebas gluten turun sangat cepat di saluran pencernaan. Semakin cepat tubuh mencerna sarapan, semakin cepat pula Anda merasa lapar.

3. Jangan memilih selai untuk roti

Sebagian orang memilih menggunakan selai untuk campuran roti karena rasanya yang nikmat dan praktis. Tapi, selai dan roti tidak bisa membuat perut Anda kenyang. Lemak dan protein memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan glukosa dari karbohidrat yang dicerna, jadi Anda tidak mendapatkan gula darah yang banyak.

4. Kurangi campuran yogurt dan aneka toping manis

Saat membuat wafel atau pancake, Anda mungkin cenderung memilih menambahkan yogurt sirup maple atau madu dan tambahan buah kering. Dua bahan ini dapat mengubah menu sarapan berprotein Anda menjadi semangkuk bom gula. Anda bisa mengganti topping dengan aneka kacang, mentega kacang atau serutan kelapa manis untuk memberikan tambahan lemak dan protein sehat dalam menu sarapan Anda.

Baca juga: Kenali 3 Tahapan Menopause

5. Kurangi gula dalam kopi Anda

Jika Anda menyeduh kopi dengan tambahan satu sendok gula, ini dapat membuat pagi Anda menurun dan perut mudah lapar. Kopi dengan jenis bebas gula juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Jadi, biasakan untuk minum kopi hitam atau hanya dengan krim saja. Anda bisa menambahkan pemanis stevia yang berasal dari tanaman. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum?

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Tantrum?

Jakarta – Perilaku tantrum pada anak biasanya terjadi saat anak sedang dalam emosi marah, namun ...