Penambahan Armada TranJ Bermasalah Menyebabkan Sterilisasi TerhambatJakarta – Saat ini berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta terkait transportasi publik masih gencar dilaksanakan. Dimana salah satunya adalah dengan menambah armada dari bus TransJakarta (TransJ). Namun sayangnya proses pengadaan armada baru ini masih mengalami banyak hambatan terkait proses lelangnya.

Kepada wartawan harianindo, Sabtu (9/11/2013), Direktur Eksekutif Instran, Darmaningtyas mengungkapkan bahwa sebenarnya semuanya proses tender tidak harus melalui lelang. Sehingga jika pihak Pemprov DKI Jakarta tidak perlu mengeluarkan uang yang dipergunakan untuk konsorsium.

Dengan keterlambatan proses pengadaan dari armada bus TransJ ini, maka pelaksanaan atas sterilisasi jalur dari TransJ menjadi tertunda. Sehingga denda yang diberlakukan untuk para pengendara yang menggunakan jalur TransJ akan efektif apabila penambahan armada sudah mulai berjalan.

Sebagai contoh apabila jalur regular kebetulan macet sangat parah dan melihat jalur TransJ masih kosong, tentunya para pengendara akan berusaha untuk menerobos jalur. Hal yang berlainan terjadi apabila, setiap 5 menit bus TransJ berlalu lalang, maka mau tidak mau orang yang akan menggunakan jalur busway akan semakin sedikit. Diungkapkan oleh Darmaningtyas bahwa dengan adanya Pergub No.173 Tahun 2010, sangat berpengaruh terhadap proses pengadaan armada baru. Karena dalam Pergub itu telah menghilangkan hak konsorsium untuk dilakukan pengadaan dan juga perbaikan. (Rani Soraya – www.harianindo.com)