Ambon – Intensitas hujan di Pulau Ambon, Maluku yang sangat tinggi beberapa hari terakhir mengakibatkan beberapa sungai yang ada di Kota Ambon meluap. Imbasnya, terjadi longsor dan banjir genangan di beberapa titik di kota Ambon dan sekitarnya serta Kabupaten Maluku Tengah.

Intensitas Hujan Tinggi, Ambon Dilanda Banjir dan Longsor

Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Herry Latuheru mengatakan, pascabencana banjir dan tanah longsor menerjang mengakibatkan beberapa titik di kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah mengalami kerusakan material.

Ia menyebutkan, beberapa titik kejadian bencana pertama Dusun Ahuru tanggul jebol 17 meter nengakibatkan banjir menggenangi rmh warga. Kemudian longsor daerah kayu Tiga menimpa dua unit rmh RT 003/08 blok C.

Ketiga Longsor karpan menutupi Jalan raya. Kemudian banjir genangan Passo. Hujan juga menyebabkan longsor di BTN Kanawa pemukiman banda eli RT 007 Kel Bt Merah dan banjir genangan daerah pulo gangsa.

“Kemudian Kampung Timur OSM banjir genangan luapan kali mati menggenangi tujuh unit rumah,” katanya pada Jumat (29/6/2018).

Selain itu, daerah skip banjir genangan menggenangi beberapa rumah sepanjang bantaran sungai. Selain itu, Maluku Tengah longsor di Desa Wasu dusun Amanukui dan dusun Amantuari.

Kemudian luapan Sungai Air Sakula dan Air Manis. Ini mengakibatkan ruas jalan menuju Desa laha dan Desa Hatu sempat tidak dapat dilalui karena ketinggian genangan air mencapai satu meter.

“Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” katanya.

Baca juga: KPK : Ahmad Dita Prawira dan Hendri Jalani Masa Tahanan di Lapas Kelas II A Serang

Hingga laporan ini di sampaikan, ia menyebut hujan masih mengguyuri Pulau Ambon dan sekitarnya di himbau utk masyarakat ttp waspada mengantisipasi kejadian yang tidak di inginkan. Kini ia menyebut yang dibutuhkan sekop, pacul, alcon, serokan air, gerobak dorong. Selain itu, tenda, makanan siap saji, sepatu boot, alas tempat tidur, teral, matras, tikar.

“Mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi dikhawatirkan masih ada banjir susulan,” ujarnya. (Tita Yanuantari – harianindo.com)