Jakarta – Tindakan yang Anda ambil di dapur ternyata tak semuanya benar. Semisak, cara memegang pisau yang kurang tepat, atau bakaran yang hangus, atau bahan herba yang terlalu banyak dan lainnya.

4 Kesalahan yang Sering Terjadi di Dapur

Dapur

Berikut ulasan dari beberapa kesalahan yang sering Anda lakukan di dapur seperti dilansir dari metrotvnews.com, Senin (3/7/2017):

1. Bumbu herba
Untuk Anda yang baru belajar memasak, dan ternyata hasil akhirnya berbeda, mungkin kesalahannya ada pada pemberian herba atau tumbuhan pada resep Anda. Selain itu juga langkah-langkah yang mungkin tak tepat sesuai dengan resep.

Robert Ramsey, Instruktur Chef di the Institute of Culinary Education mengatakan bahwa banyak tumbuhan herba dalam resep seperti parsley dan daun bawang yang salah penempatan.

Parsley dan daun bawang seharusnya ditempatkan pada akhir sesi memasak. Alasannya karena herba tersebut lama-lama akan mengeluarkan rasa yang lebih kuat. Jadi, jika Anda menempatkan daun bawang dan parsley dilangkah awal memasak, maka masakan akan terasa berbeda dan terasa lebih kuat.

2. Gosong
Bagi Anda yang suka roti bakar hangus atau panggangan daging yang menghitam sebaiknya menguranginya. Ini karena selain mengacaukan rasa menjadi lebih pahit, roti bakar yang hangus atau bakaran daging yang berlebihan sangat berkaitan dengan menciptakan karbon dan dapat menjadi karsinogen (semakin gelap Anda lihat semakin buruk).

Ramsey mengatakan bahwa, “membakar makanan hingga hangus dapat menaikkan risiko kanker karena menghasilkan karsinogen dan mengakibatkan rasa pahit pada makanan.”

3. Memegang pisau
Memegang pisau yang benar dapat memudahkan Anda untuk memotong makanan yang keras seperti daging. Robert Ramsey mengatakan bahwa cara yang benar memegang pisau makan adalah pegang pisau dengan ibu jari Anda, lalu sisa jarinya tepat di sampingnya memegang erat. “Dengan cara ini Anda tidak sia-sia waktu untuk memotong daging karena dapat lebih mudah terpotong.”

4. Menggunakan alat masak yang tepat
Tak jarang Anda mendengar alat masak yang berbeda dalam memasak menu tertentu. Misalnya blender, mixer, dan food processor.

Semunya diciptakan untuk kebutuhan yang berbeda. Blender untuk menghasilkan campuran bahan agar lebih krimi dan pure, seperti smoothie. Mixer berfungsi mengaduk dengan tekanan tertentu yang konsisten seperti untuk membuat adonan tepung terigu untuk donat contohnya.

Sedangkan food processor hampir sama kegunaan yang bisa dipakai, yaitu untuk blender juga mixer. Ramsey mengatakan bahwa tidak semua alat masak bisa digunakan untuk semua proses memasak. (Tita Yanuantari – harianindo.com)