Jakarta – Ronald Mulia Sitorus, selaku Koordinator Lapangan Aksi menyatakan bahwa aksi kerusuhan di depan Gedung DPR merupakan hasil hasutan oknum yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma’ruf.

“Sangat ada sekelompok orang, sekelompok politisi, ada juga sekelompok pembangkang anti-NKRI, kaum radikalis yang dengan terang-terangan berupaya untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk masa jabatan 2019-2024,” kata Ronald saat ditemui di Taman Aspirasi, Jakarta, Sabtu (05/10/2019).

Ronaldo menyatakan bahwa upaya menggagalkan pelantikan dimulai dari kasus diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Selain itu terdapat kerusuhan di Papua, hingga sejumlah unjuk rasa mahasiswa yang berujung kerusuhan di beberapa daerah.

“Mahasiswa tidak mungkin bawa panah, bom molotov. Artinya ada kaum radikal dan penyusup,” katanya.

Ronald menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan persiapan menuju hari pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober mendatang. Selain di Jakarta, dia mengatakan pihaknya juga mengadakan apel akbar di Bandung, Surabaya, dan Sumedang.

“Semua teman teman merindukan turun ke jalan, menunjukkan diri bahwa kami ada. Kami siap kawal konstitusi, dan pelantikan presiden terpilih,” ujar dia.

“Kami akan deklarasikan untuk kawal konstitusi. Kita bersama-sama akan kumpul di suatu tempat dan akan long march,” katanya. (NRY-harianindo.com)