Jakarta – Reuni akbar 212 akan diselenggaran pada Senin (2/12/2019) di lapangan silang Monas, Jakarta Pusat. Menjelang gelaran tersebut, muncul petisi untuk membatalkan acara tersebut.

Petisi tersebut terdapat di situs change.org yang dibuat oleh akun 7intaputih dengan judul petisi Tolak Izin Reuni dan Bubarkan PA 212. Petisi itu ditujukan secara langsung terhadap Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Hingga Rabu (27/11/2019) pukul 16.00 WIB, petisi tersebut sudah diteken oleh 2,860 orang. Jumlah orang yang menandatangani petisi yang dibuat sejak Senin (25/11/2019) tersebut kian meningkat.

Dalam penjelasannya, pembuat petisi mengatakan bahwa 212 adalah gerakan politik yang bekedok agama. Pemilik akun ini 7intaputih merasa kecewa lantaran Gubernur Anies memberikan izin untuk diselenggarkannya acara tersebut.

Baca Juga : ANIES AKAN DIBERI KESEMPATAN SAMPAIKAN SAMBUTAN DI REUNI 212

“Sungguh kebijakan yang sangat dangkal jika Anies Baswedan pada saat pasca Pemilu 2019 memberikan izin Reuni Alumni 212 yang rawan disusupi sekaligus ditunggangi kepentingan elit politik,” unngkap pemilik akun tersebut dari keterangan dalam petisi itu, Rabu (27/11/2019).

Mereka pun menilai bahwa Anies gagal paham terhadap kepentingan politik gerakan tersebut. Bahkan, Anies diduga dengan sengaja memberikan izin lantaran untuk menarik perhatian massa karena selama ini ia nihil prestasi sebagai seorang gubernur.

“Mungkin dia sedang mencari dukungan dan mengambil hati kepada segerombol massa alumni 212 karena Anies Baswedan setahun ke belakang ini ‘no achievement, no progress’,” tutupnya. (Hr-harianindo.com)