Islamabad – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyerukan pembicaraan dengan India. Dia mengharapkan ‘sesuatu yang lebih baik’ akan menang untuk mengeskalasi perselisihan di Kashmir.

Imran Khan Berharap India Kembali Bicarakan Perselisihan di Kashmir

Imran Khan

Pernyataan Khan disampaikan dalam pidato di televisi nasional usai Pakistan mengklaim menembak dua pesawat India di wilayah udara Kashmir yang disengketakan.

“Sejarah memberitahu kita bahwa perang penuh dengan kesalahan perhitungan. Pertanyaannya adalah, mengingat senjata yang kita miliki, bisakah kita melakukan kesalahan perhitungan?” kata Khan dalam pidatonya sebagaimana diberitakan Channel News Asia pada Kamis (28/2/2019).

“Kita harus duduk dan berbicara. Saya sekali lagi mengundang India untuk datang ke meja perundingan,” imbuhnya.

Dia menyinggung gudang senjata nuklir milik kedua negara di Asia Selatan tersebut. Dia mempertanyakan, jika perang bermula dari Kashmir, bagaimana kelanjutannya.

Ketegangan antara kedua negara semakin memanas kala pemboman bunuh diri terjadi di wilayah Kashmir yang dikuasai India. Sebanyak 40 tentara Negeri Bollywood tewas pada 14 Februari lalu.

Pada Selasa kemarin, India menerbangkan jetnya ke wilayah udara Pakistan. Mereka menyerang kelompok Jaish e-Mohammed (JeM), kelompok militan yang mengklaim pemboman Kashmir.

Itu adalah serangan udara pertama India di tahan Pakistan sejak 1971. “India tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut dari situasi ini. India akan terus bertindak dengan tanggung jawab dan menahan diri,” ujar Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj selama pembicaraan di Tiongkok dengan mitra dari Beijing dan Moskow.

Kemarin, Pakistan mengklaim menembak jatuh jet tempur India. Pilot jet tempur tersebut kemudian ditahan dan sempat menerima amukan warga setempat.

Menurut militer Pakistan, dua jet tempur India tersebut mengganggu wilayah udara mereka. Kini dua pilot tengah ditangani oleh Islamabad yang menurut mereka disebut ‘perlawanan yang berani dan layak’ terhadap agresi India.

Dalam video yang dibagikan oleh Pakistan, seseorang yang mengenakan jas penerbangan terdengar mengatakan bahwa dia adalah Komandan Abhinandan. Dia ditutup matanya dan memberikan nomor anggota. Dia kemudian bertanya apakah dia berada dalam tahanan militer Pakistan.

“Nama saya Komandan Abhinandan dan nomor layanan saya adalah 2798,” kata seorang pria di video, yang dikutip Mirror, Kamis, 28 Februari 2019.

“Saya seorang pilot terbang dan agama saya adalah Hindu,” lanjut pilot yang ditahan itu. (Tita Yanuantari – harianindo.com)