Jakarta – Sejumlah pihak menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap film The Santri. Mereka menilai dari trailer film yang baru diunggah pekan lalu. Salah satu kritik yang terlontar mengatakan bahwa film tersebut tak mencerminkan budaya dan kehidupan para santri yang sesungguhnya.

Akan tetapi, kritik tersebut kemudian ditanggapi oleh Imam Pituduh. Wakil Sekjen Pengurus Besar NU (PBNU) itu mengatakan bahwa para pihak yang mengkritik tak buru-buru memberi penilaian negatif.

Imam yang juga didapuk menjadi executive producer dari film The Santri itu meminta agar semua pihak menonton filmnya secara penuh terlebih dahulu sebelum menilai.

“Saya ingin ngajak semuanya tunggu dan tonton ‘The Santri’, tapi setelah produksi. Setelah nanti selesai, kita tonton, baru kita lihat, film itu ada yang bertentangan atau tidak,” kata Imam di Kantor PBNU, Kenari, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Keterlibatan Putrinya di The Santri Tuai Kritik, Yusuf Mansur Angkat Bicara

Tak hanya itu, Imam juga turut mengajak pihak-pihak yang berseberangan agar turut serta secara langsung dalam film tersebut agar dapat membuktikan bahwa film tersebut tidak menyimpang dari tradisi santri dan ajaran agama.

“Saya justru ingin ngajak teman-teman yang bertentangan, ayo casting, ikut main bareng untuk merasakan di sini nggak ada hal-hal yang bertentangan sama sekali, malah kami ingin mengajak untuk bisa memahami agama bisa membumi,” ujar Imam.

Sebagai respon atas kritik dan tentangan dari sejumlah pihak, NU dalam waktu dekat akan mengadakan diskusi dan bedah trailer The Santri.

“Nanti kalau masih penasaran, kita bedah scene dan plot-nya. Kita diskusikan bareng-bareng, hukum agamanya seperti apa. Jangan dihakimi dulu, wong masih trailer,” imbuhnya. (Elhas-harianindo.com)