Kesedihan Keluarga Korban Kecelakaan Tambang di Turki

Foto dari Reuters

Soma – Keluarga korban dari kecelakaan tambang di Kota Soma, Turki masih dirundung kesedihan, terutama bagi mereka yang anggota keluarganya masih terkubur di dalam tambang yang runtuh akibat sebuah ledakan pada Selasa kemarin (13/5). Mereka masih menunggu usaha pencarian korban di lokasi kejadian.

Seperti dilansir dari SBS (Rabu, 14/5/2014), ratusan orang keluarga korban berkumpul di sekitar lokasi kecelakaan di Soma., di tengah usaha pencarian dan penyelamatan yang terus berlangsung. Regu penyelamat dikabarkan mengalami bantuk-batuk karena kondisi tambang yang penuh debu, gas beracun, dan asap dari bekas ledakan. Usaha pencarian korban bahkan sempat dihentikan sementara untuk menghilangkan gas-gas beracun tersebut agar tidak membahayakan para penyelamat.

Salah seorang ibu dari pekerja tambang, Sina Isbiler, terlihat menunggu dengan cemas di atas sebuah tumpukan kayu. Dirinya terus melihat siapa saja yang berhasil dibawa keluar dari dalam terowongan tambang tersebut, dan apakah masih hidup atau tidak. Dirinya mengatakan telah menunggu sejak sore waktu setempat, namun puteranya tak kunjung terlihat.

Arum Unzar, mengatakan bahwa seorang temannya yang bekerja di dalam tambang tersebut juga masih dinyatakan hilang. Dirinya sadar betul bahwa kejadian ini merupakan kecelakaan luarbiasa. Dia mengatakan bahwa keluarga korban merasa hancur akibat kejadian ini. Tidak ada kejelasan kabar, namun ketika telah muncul kabar, berita buruklah yang terdengar.

BBC mengatakan bahwa jumlah total korban meninggal mencapai 282 orang, dengan sekitar 150 orang masih belum ditemukan. Adapun ledakan tersebut diperkirakan terjadi dari sebuah sumber tenaga di dalam terowongan tambang tersebut. Menurut laporan otoritas setempat, ledakan terjadi akibat gangguan listrik. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)