Berita ISIS Terkini: Presiden SBY Katakan ISIS Perlu Pendekatan Multidisipliner

Presiden SBY dan rombongannya ketika berkunjung ke The United States Military Academy di West Point, Orange County, New York.
(sumber foto: Setkab)

New York – Presiden Repbulik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, atau yang juga dikenal dengan SBY, mengatakan bahwa masalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) memerlukan pendekatan multidisipliner.

Pernyataan Presiden SBY tersebut disampaikan pada pidatonya di The United States Military Academy (Akademi Militer Amerika Serikat) di West Point, Orange County, New York, AS, Senin, 22 September 2014 kemarin.

Seperti dilansir dari situs resmi Setkab (Kamis, 24/9/2014), Presiden SBY mengatakan bahwa untuk mengatasi ISIS dan aksi terorisme apapun di seluruh dunia, diperlukan pendekatan multidisipliner, dengan cara-cara soft power dan smart power, dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Presiden SBY melanjutkan lagi bahwa jika pun ISIS telah berhasil dilumpuhkan secara militer, maka berikutnya dibutuhkan campur tangan, diplomat, pemimpin agama, politisi, dan masyarakat secara umum untuk memastikan agar generasi penerus bisa terlepas dari ancaman teror serta trauma akibat aksi-aksi kejam mereka.

Presiden SBY menambahkan bahwa mengakhir perang akan sangat sulit dibandingkan dengan memulainya. Oleh karena itu, peran diplomat dan politisi sangatlah krusial. Dan meski ini bukanlah pilihan yang mudah, akan selalu ada jalan yang menanti untuk ditemukan.

Baca pula
Berita ISIS Terbaru: Militan Aljazair Bantu ISIS, Culik Warga Perancis

Namun demikian, Presiden SBY juga mengakui bahwa pemerintah suatu negara tidak selalu dapat menyelesaikan permasalahan secara damai. Oleh karena itu, ketegasan militer harus selalu disiapkan untuk memperjuangkan kepentingan negerinya.

Berbicara di depan para taruna militer AS, Presiden SBY pun menyampaikan bahwa mereka memiliki tanggung jawab yang besar untuk membantu terciptanya dunia yang damai, adil, dan makmur. Hal tersebut terutama sekali dikarenakan oleh AS yang memang selalu aktif berperan sebagai “polisi dunia”, yang ikut mengatasi berbagai konflik dunia internasional. (Galang Kenzie Ramadhan – www.harianindo.com)