Jakarta – Lembaga penelitian Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei yang dilakukan terhdap 1.057 responden melalui wawancara tatap muka dengan margain error 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Ini Tanggapan PKS Terkait Tudingan Ada Mobilisasi Terkait Isu PKI

Jazuli Juwaini

Menurut SMRC, sebesar 86,8 persen responden atau hampir semua warga tidak setuju bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI di Tanah Air. Warga yang setuju dengan opini bahwa Jokowi adalah orang atau terkait dengan PKI hanya sebesar 5,1 persen.

SMRC mencermati opini masyarakat tentang adanya kebangkitan PKI cukup beririsan dengan pendukung Prabowo, dan dengan beberapa pendukung partai politik, terutama PKS dan Gerindra. Menurut SMRC, ini menunjukkan bahwa opini kebangkitan PKI di masyarakat tidak terjadi secara alamiah, melainkan hasil mobilisasi opini kekuatan politik tertentu, terutama pendukung Prabowo, mesin politik PKS dan Gerindra.

Mengetahui hal itu, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini memberikan tanggapannya. Menurutnya hasil SMRC yang menyebut isu kebangkitan PKI sebagai hasil mobilisasi opini kekuatan politik tertentu ini menjadi sebuah masalah kita bersama.

Baca juga : Wiranto : Jangan Jadikan G30S/PKI Sebagai Komoditas Politik

“Masalah PKI ini adalah masalah bangsa dan masalah kita bersama, maka harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Jazuli di Jakarta, Minggu (01/10/2017).

Jazuli kembali menegaskan bawha isu PKI merupakan masalah bersama, bahkan Presiden pun turut mengeluarkan amanat agar PKI tidak bangkit kembali.

“Pak Presiden nonton film G30S/PKI, terus amanat Pak Presiden jangan sampai PKI bangkit lagi dan tragedi G30S/PKI jangan sampai terulang. Memang Pak Jokowi PKS atau Gerindra,” jelasnya.
(Muspri-www.harianindo.com)