Jakarta ā€“ Seorang siswi SMA asal Lamongan, Jawa Timur, yang tidak disebutkan namanya, menuliskan surat kepada mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok perihal ijazahnya yang masih ditahan oleh pihak sekolah lantaran dirinya masih menunggak uang sekolah.

Siswi Ini Lapor ke Ahok Soal Ijazahnya Yang Ditahan Sekolah, Semua Beres

Ahok pun lantas meminta staf pribadinya, Natanael Ompusunggu, untuk mengurusnya.

“Pak Ahok membalas surat tersebut dari Rutan Mako Brimob dan berjanji memberikan bantuan melalui saya,” ujar Natanael Ompusunggu, Senin (1/1/2018).

“Dibales suratnya Pak Ahok, dia diminta hubungi saya, biar nanti dibantu urus ijazahnya,” tambah Natanael.

Setelah itu, siswi tersebut lantas menghubungi Natanael. Awalnya ia tidak percaya begitu saja, namun setelah ditunjukkan bukti surat balasan dari Ahok baru dirinya yakin.

“Anak itu menunjukkan surat balasan dari Pak Ahok yang memang mencantumkan nomor kontak saya,” tutur Natanael.

Siswi ini lantas menghubungi pihak sekolah untuk meminta rincian tagihan uang sekolah yang harus dilunasi dengan keterangan bahwa Ahok akan membantu melunasinya. Pihak sekolah awalnya tidak percaya akan cerita dari siswi tersebut.

“Saya bilang benar akan dibantu Pak Ahok, mana nomor rekening? Biar nanti rinciannya difoto dan dijadikan bukti saya juga ke Pak Ahok,” ujar Natanael.

Namun tidak lama berselang, Natanael justru mendapatkan kabar bahwa seluruh tagihan tunggakan uang sekolah siswi itu telah dianggap lunas oleh pihak sekolah tanpa harus membayar.

“Dia kasih kabar bahwa ijazahnya sudah diberikan (ditebus oleh pihak kepala sekolah) tanpa harus melunasi tunggakannya,” ujar Natanael.

Siswi tersebut juga mengirimkan bukti foto dan video ijazahnya, lengkap dengan cap tiga jari.

“Untuk nama siswi dan sekolahnya tidak usah disebutkan ya,” ujar Natanael.

Menurut Natanael, hal ini di luar kebiasaan Ahok yang hanya membantu menebus ijazah anak-anak sekolah di wilayah DKI Jakarta saja, yang masih ia lakukan meski dirinya berada di dalam penjara.

“Biasanya dia hanya menebus ijazah anak-anak yang bersekolah di Jakarta saja, di luar kebiasaan karena siswa yang meminta bantuan itu berada di Lamongan, kenal juga enggak, sekolahnya lokasinya di mana juga enggak tahu,” ucap Natanel.
(samsul arifin ā€“ harianindo.com)