Jakarta – Dua organisasi yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero), yakni Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (SEKARGA), berencana akan melakukan mogok kerja dengan tujuan untuk menyelamatkan perusahaan.

Ingin Selamatkan Perusahaan, Pilot dan Karyawan Garuda Indonesia Rencanakan Mogok Kerja

Menurut Ketua SEKARGA Ahmad Irfan, terkait kapan mogok kerja itu akan dilakukan, pihaknya berjanji akan memberitahukannya paling lambat 7 hari sebelum pelaksanaan mogok kerja.

Ahmad Irfan juga menambahkan, masih menunggu respons pemerintah selama 30 hari setelah konferesi pers yang digelar pada 2 Mei 2018.

“Keputusan tersebut diambil karena kami sudah menghitung dan mempertimbangkan dengan sangat cermat bahwa jika keputusan mogok harus diambil, maka kegiatan tersebut pasti tidak bertepatan dengan momen krusial para konsumen,” kata Ahmad, Sabtu (2/6/2018).

Ahmad menegaskan, mogok kerja yang akan mereka lakukan adalah langkah terakhir yang mereka pilih setelah sebelumnya telah memberikan masukan terkait permasalahan yang terjadi di PT Garuda Indonesia kepada Menteri BUMN, sejak 2017 lalu.

“Rencana mogok adalah upaya terakhir kami agar pemerintah mau berperan aktif membantu menyelamatkan PT Garuda Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Ahmad berharap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bisa memberikan solusi setelah pertemuan mereka pada 31 Mei 2018 terkait tuntutan serikat karyawan terhadap PT Garuda Indonesia.

“Beliau akan segera mencari solusi terbaik terkait permasalahan ini. Besar harapan kami, Bapak Menko Maritim dapat membantu menyelesaikan masalah ini sehingga mogok kerja tidak perlu kami lakukan,” kata Ahmad.

Karena itu, Ahmad meminta maaf kepada masyarakat bila ternyata nantinya tidak disepakatinya titik temu yang mengakibatkan mereka terpaksa melakukan mogok kerja.

“Kondisi ini sangat merugikan perusahaan dan juga masyarakat luas, serta terjadi pengurangan pelayanan terhadap konsumen di berbagai lini, di mana ini merupakan beberapa indikator dari terjadinya degradasi kinerja perusahaan” tandas Ahmad.
(samsul arifin – harianindo.com)