Moskow – Rusia meningkatkan kehadiran militernya di dekat Suriah. Peningkatan itu semakin memperkuat spekulasi akan ada serangan besar yang dilakukan rezim Damaskus ke kantong pemberontak di Idlib.

Rusia Tingkatkan Kekuatan Militernya di Suriah

Mengutip salah satu pejabat Rusia yang tak mau identitasnya diungkap, Negeri Beruang Merah mengirim dua kapal perang serta sistem anti-rudal ke wilayah Mediterania pada Agustus ini.

Laporan media pro-Kremlin Izvestia menyatakan, sebelum ini Rusia telah menempatkan 10 kapal perang dan dua kapal selam di perairan Suriah. Ke depannya, Izvestia menulis, Rusia sudah berencana mengirim sejumlah kapal perang lagi.

Pengiriman kapal perang sendiri dilakukan Rusia setelah menuduh kelompok pemberontak merencanakan serangan senjata kimia di sebelah baratlaut Suriah.

“Kelompok Tahrir al-Sham terindikasi akan melakukan provokasi serius di Idlib dengan menggunakan serangan senjata kimia,” sebut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov sebagaiamana diberitakkan AFP pada Rabu (29/8/2018).

Bukan cuma kepada Tahrir al-Sham, Rusia juga menuduh intelijen Inggris secara aktif turut serta dalam membantu rencana serangan senjata kimia di Idlib.

Sampai saat ini, hanya Idlib bagian tenggara yang dikuasai pasukan Suriah. Provinsi itu dianggap penting karena dekat dengan Latakia yang merupakan tempat keluarga Presiden Bashar Al-Assad berada.

Sementara itu, Rusia sendiri telah lama dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Assad yang disebut negara Barat bertanggung jawab atas perang sipil di Suriah. Semenjak perang saudara pecah, sudah 350 ribu warga Suriah tewas dan jutaan lainnya memilih mengungsi. (Tita Yanuantari – harianindo.com)